Home / Artikel / Fraksi Hanura Sikapi Rustam Dilantik Walikota Jakarta Barat

Fraksi Hanura Sikapi Rustam Dilantik Walikota Jakarta Barat

Jakarta, sketsindonews – Pelantikan pergantian pejabat Walikota di DKI Jakarta yang berlamgsung (5/7) di Baliakota oleh Gubernur Anies Baswrdan menuai pendapat berbeda tentang sosok Rustam Effendi yang di lantik menjadi Walikota Jakarta Barat yang tetkenal sebagai pembangkang terhadap perintah atasan di era Ahok menjadi Gubernur DKI Jakarta

Fraksi Hanura DPRD DKI Jakarta punya pendapat berbeda soal dilantiknya Rustam Effendi sebagai Wali Kota Jakarta Barat. Fraksi Hanura mempersoalkan sikap Rustam yang mundur dari jabatan Wali Kota Jakarta Utara di era Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sebagai Gubernur DKI.

Rustam baru saja dilantik sebagai Wali Kota Jakarta Barat oleh Gubernur DKI Anies Baswedan. PDIP menyebut dilantiknya Rustam itu sebagai hadiah karena telah mendukung Anies-Sandiaga Uno di Pilgub DKI lalu.

“Menurut saya, kita agak berbeda sedikit. Bukan persoalan dia mendukung atau tak mendukung Anies-Sandi”.

Menurut Very Yonevil Sekretaris Fraksi Hanura, ada yang perli dicatat bahwa ketika bawahan kita sudah mundur, dalam catatan merupakan pembakangan siapapun yang nantinya memimpin,

Itu catatan seumur hidup buat dia bahwa orang ini tak akan loyal dengan atasan dan cenderung menjadi pengkhianat.

Jadi hati-hati di situ,” kata Veri. Dalam. menyikapinya karena masih banyak pejabat yang mumpuni dan punya komitmen yang baik dan loyalitas siapapun pemimpin DKI Jakarta.

Rustam saat menjabat Wali Kota Jakarta Utara memang baik. Namun, jika ia memiliki kewenangan memilih wali kota, Rustam tidak akan dipilih untuk menduduki jabatan tersebut. Dia mengingatkan Anies untuk berhati-hati.

“Lah yah. Dibuang yang begini-begini, gitu lho. Nggak loyal kepada atasan. Rustam bagus, kinerjanya bagus. Tapi sebagus apa pun kinerja anak buah, ketika dia sudah berkhianat kepada atasannya, itu sudah catatan sejarah dalam hidupnya, secara tertulis itu,” terang Veri.

Veri khawatir Rustam akan kembali akan mengulang hal yang sama mengundurkan diri jika ada instruksi Anies yang tak bisa dia lakoni dalam tugasnya.

“Ya, kalau dia dalam 3 bulan ada perintah Anies yang tak bisa dia kerjakan, dia mundur. Bener nggak? Ini typikal, ini tabiat, serta karakter itu sulit”.

Sebelumnya, Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Gembong Warsono menilai pengangkatan Rustam sebagai wali kota sebagai hadiah dari Gubernur DKI Anies Baswedan. Gembong menuding Rustam mempunyai peran saat terpilihnya Anies menjadi gubernur.

“Saya nggak mengatakan balas jasa. Tapi inilah hadiah yang diterima dari Pak Anies, untuk Pak Rustam, untuk pilihan mereka. Ini kan soal pilihan. Beliau kan sudah terang-terangan memberikan pilihan kepada Pak Anies akibat konflik dari Ahok (Basuki Tjahaja Purnama), maka dia memberikan dukungan ke Pak Anies. Ini kan soal pilihan,” papar Gembong.

Saat masih menjabat Wali Kota Jakarta Utara, kinerja Rustam memang disorot oleh Ahok. Ahok tidak puas terhadap kinerja Rustam yang dianggap lambat dalam menertibkan permukiman liar di kolong Jalan Tol Ancol.

Selain itu, Rustam dituduh Ahok mendukung salah satu bakal calon Gubernur DKI, Yusril Ihza Mahendra, hingga kemudian Rustam mengundurkan diri karena tersinggung saat itu ucapan Ahok saat dirinya sebagai Wali Kota Jakarta Utara.

reporter : nanorame

Check Also

Kalahkan Kejahatan Dengan Kasih Tuhan

Roma 12: 9-21 Renungan, sketsindonews – Kasih ini mesti dimulai dari dalam dulu, karena, tidak …

Watch Dragon ball super