Home / Berita / GACD Berencana Pidanakan LSM Indonesia Corruption Watch
Direktur Eksekutif Government Against Corruption & Discrimination (GACD), Andar M. Situmorang, S.H usai menyampaikan surat ke KPK, Selasa (13/6). (Foto:Eky/sketsindonews.com)

GACD Berencana Pidanakan LSM Indonesia Corruption Watch

Jakarta, sketsindonews – Direktur Eksekutif LSM Government Against Corruption and Discrimination (GACD) Andar M Situmorang mengungkapkan keinginannya untuk mempidanakan LSM Indonesia Corruption Watch (ICW) atas dugaan berkolusi dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“LSM GACD mau pidanakan ICW kolusi dengan KPK,” papar Andar saat dihubungi, senin (3/7).

Menurutnya, saat ini ICW sudah tidak jujur, karena tidak dapat mengumumkan pemasukan dan tidak ingin di Audit. “Tidak jujur (ICW) unglap betapa miliar sudah yang cuma-cuma dihibahkan oleh KPK,” ungkapnya.

Ditegaskan bahwa dalam hal ini, ICW telah sengaja melawan hukum dan melakukan pidana pencucian uang.

Penyimpangan yang dilakukan oleh KPK dan ICW juga diungkap oleh Direktur Lembaga Pengkajian Independen Kebijakan Publik (LPIKP) Prof Romli Atmasasmita yang membeberkan hasil analisa tentang kinerja KPK dan ICW, yang dinilai telah menyimpang dari hittah awal pembentukan kedua lembaga tersebut dalam cuitan twitter pribadi miliknya @rajasundawiwaha.

Romli menyebut, seluruh data yang dibagikan lewat cuitan Twitternya mengacu pada buku ‘Sisi Lain Akuntabilitas KPK dan Lembaga Pegiat Antikorupsi: Fakta dan Analisis oleh Lembaga Pengkajian Independen Kebijakan Publik’ yang ditulis oleh dirinya sendiri.

Diungkapkan Romli, data yang digunakan dalam buku tersebut adalah laporan yang didapat dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas KPK dan audit keuangan ICW oleh kantor akuntan Yanuar dkk. “Itu buku dari LPIKP. Inikan begini saya pake data laporan BPK, dan yang memeriksa BPK,” ungkap Romli singkat, seperti dilansir Republika.co.id, Sabtu (1/7).

Romli menunjukkan sejumlah dana asing atau dana hibah yang mengocor pada kedua lembaga antirusiah tersebut. Dari kutipan catatan kaki buku yang dibagikannya, Romli mengungkapkan adanya pelanggaran Undang-undang Hibah yang dilakukan oleh KPK dan ICW.

“Menurut keterangan Taufik Ruki Plt. Pimpinan KPK Kepada Direktur LPIKP bahwa KPK Jilid III telah menandatangani MOU dengan negara donor. Akan tetapi, aliran dana dari donor tidak ditransfer ke rekening KPK melainkan langsung ke rekening LSM Antikorupsi. LPKIP belum memperoleh data perihal tersebut di atas, akan tetapi memiliki keyakinan bahwa informasi yang disampaikan Taufik Ruki adalah benar,” tulis Romli dalam buku Sisi Lain Akuntabilitas KPK dan Lembaga Pegiat Antikorupsi: Fakta dan Analisis.

Sebagai data, Romli juga membeberkan total hibah yang diterima ICW merunut pada laporan keuangan periode 2005-2014 dengan total IDR 91.081.327.590.02 dan hibah asing IDR 54.848.536.364.73. Dia menyebut, dengan jumlah dana hibah sebanyak itu, seharusnya sumber dana tersebut bisa dibuka dan dibagikan kepada LSM lain agar gerakannya masif.

“Total dana ICW terbanyak dari 52 donor asing pasti tidak ada yang gratis minimal laporan kinerja dan laporan pertanggung jawaban,” tulis Romli lagi melalui Twitternya.

Dengan dibeberkannya data-data tersebut, dia berharap, Pansus Angket KPK bisa menindak lanjuti untuk kemudian meminta pertanggungjawaban KPK atas beberapa pelanggaran tersebut. Terlebih, kata dia, KPK harus bertanggungjawab atas nasib 36 tersangka tanpa bukti perkara-langgar KUHAP dan 77 perkara tidak lanjut ke penuntutan yang telah melanggar UU KPK.

Selain itu dalam cuitan Twitternya, Romli juga mempertanyakan terkait konsentrasi dana asing yang banyak mengalir pada ICW, mengapa ICW tidak melakukan gerakan masif untuk menghajar mafia migas tapi hanya pada birokrasi. “ICW adalah lembaga monopoli gerakan anti korupsi yang dinilai kredibel di mata negara asing dan orang asing.” tulis Romli dalam cuitan Twitternya.

(Eky/ sumber: Republika.co.id)

Check Also

Gerindra: Impor Jagung Memang Turun Tapi Malah Impor Gandum Besar-Besaran

Jakarta, sketsindonews – Pernyataan Capres Joko Widodo dalam debat publik kedua kemarin tentang kesuksesannya menurunkan …

Watch Dragon ball super