Gara – Gara Kontainer Melebihi Kapasitas, Warga Kali Baru Minta Ditindak Pengusaha Percetakan

Jakarta, seketsindonews – Warga Kali Baru VI Kelurahan Utan Panjang Kemayoran Jakarta Pusat menjadi keberatan terkait jalan tersebut menjadi macet setiap paginya.

Pasalnya gara-gara sejak masuknya kontainer yang parkir dibahu jalan, akses antara Kelurahan Utan Panjang dan Kelurahan Bungur menjadi macet selain bising oleh suara klakson akibat berlama menurunkan barang percetakan setiap pagi “crowded” terutama pengguna kendaraan mobil lintas.

“Terlebih parkir itu saat menurunkan barang melebihi tonase fisik kendaraan atas beban, ditambah tak jauh bersebelahan dengan Masjid sehingga warga meminta pihak Dishub untuk segera melakukan antisipatif pelarangan parkir,” tukas Mamad (52) warga Utan Panjang, Senin (10/02/20).

Dia selaku Ketua LMK telah banyak menerima keluhan akibat kemacetan yang timbul oleh adanya mobil truck parkir sejak pagi, ini kan jam sibuk melakukan aktivitas sehingga perlu pemerintah Kecamatan menyelesaiakan masalah ini sehingga tidak menimbulkan preseden buruk.

“Sudah macet dan bising pula. kami mau beribadah di Masjid jadi tidak nyaman,” keluh salah satu pengurus Masjid DKM.

Atas keluhan ini dia meminta jalan akses untuk dinormalkan untuk tidak macet dan menyempit karena pemilik toko tidak tahu aturan seenaknya saja tanpa melihat dampak publik selain wilayah menjadi terganggu.

“Keberadaan kontainer parkir yang menyempit bahu jalan itu harus diberi kesadaran untuk nantinya tak lagi melakukan kegiatan di lokasi,” katanya.

Sementara, ketika dikonfirmasi, Kepala Satuan Pelaksana (Kasatpel) Perhubungan Kecamatan Kemayoran, Dapot Togatorop mengatakan, hal ini sudah diketahui pihaknya untuk segera melakukan penataan kawasan, namun untuk menindaklanjuti keluhan dari warga Utan Panjang tersebut pihaknya akan melakukan kordinasi pihak lain termasuk pemilik usaha percetakan.

“Kasus laporan ini sudah menjadi agenda (Dishub bersama Tim terpadu) akan menindak tegas jika segala upaya solusi nantinya tidak dipindahkan pihak usaha percetakan serta pemilik countener,” ujar Dapot.

(Nanorame)