Back

Media Terpercaya

Geliat Ekonomi Berburu Takjil di Tengah Pandemic, “Berisiko Rentan Tertular”

Jakarta, sketsindonews – Berburu takjil di bulan Ramadhan ditengah pandemic Covid – 19 ternyata tak hiraukan aturan PSBB bagi masyarakat menjadikan fenomena baru di tengah pandemic Covid – 19.

Banyak kawasan jalan mendadak muncul penjual takjil menjadikan nilai positif geliat ekonomi ditengah pandemic, walaupun pemerintah DKI telah banyak menutup pasar takjil resmi untuk untuk tidak melakukan aktifitas berjualan takjil secara terbuka.

Pantauan sketsindonews.com terlihat banyak pedagang pinggir jalan takjil tanpa SOP protokol kesehatan dalam melakukan jarak serta merta tidak adanya pengawasan ketat, masyarakat sendiri tidak disiplin melakukan aktifitas ngabuburit tanpa jarak, tanpa masker hingga berkumpul untuk memburu takjil Ramadhan.

Menurut Ghurabillah Aktivis Sosial menyatakan, trend PSBB saat di bulan ramadhan justru masyarakat tidak lagi berfikiran rentan tertular dari virus corona karena mungkin dianggap hal wajar berburu takjil untuk saat berbuka puasa.

“Kehadiran pemerintah seharusnya lebih ketat dalam aturan PSBB selain pula bagaimana memberlakukan standarisasi pengawasan dan memberlakukan tekhnis para penjual untuk mematuhi aturan main sehingga tidak menimbulkan satu kerawanan baru bahkan muncul terjadi kerumunan macet,” paparnya, Kamis (30/4/20).

“Sungguh sangat rentan penularan covid – 19 dari para kumpulnya kerumunan yang diciptakan oleh masyarakat sendiri,” tuturnya.

Kedispilinan masyarakat seharusnnya menjadi kunci dalam optimalisasi dari pelaksanaan social distancing dikarenakan kasus terindikasi OTG, ODP yang tidak diketahui secara detail oleh masyarakat sangat ada.

“Justru ini menjadikan perluasan baru dengan mudah menjadikan membentuk penularan suspect Covid – 19 di tingkat lingkungan,” tutupnya.

(Nanorame)

About the Author /

Pimpinan Perusahaan SketsIndo Juni 2016.