Home / Berita / Geng Motor Jatiwaringin, JPU: Polisi Tidak Mungkin Salah Tangkap
Jaksa Penuntut Umum (JPU), Teguh Hariyanto. (Dok. Eky/sketsindonews.com)

Geng Motor Jatiwaringin, JPU: Polisi Tidak Mungkin Salah Tangkap

Jakarta, sketsindonews – Jaksa Penuntut Umum (JPU), Teguh Hariyanto nyatakan bahwa barang bukti yang sah adalah barang bukti yang telah ada izin dari pengadilan. Hal tersebut diutarakan di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Selasa (08/8) usai persidangan kasus keributan antara warga dengan geng motor di Jatiwaringin.

Terkait pernyataan warga yang menyatakan bahwa 8 terdakwa yakni Muhammad Yusfa Rasyid, Phari Kesit, Mitra Cakra Kencana, Supriyanto, Alfi Hidayat, Adhitiya Cahya R., Arif Fadhila, dan Adnan Faridzi tidak bersalah, Teguh tidak mempermasalahkannya.

Baca juga: Aksi Bela Kampung Di Pengadilan Negeri Jakarta Timur

“Silahkan itu hak dia, hak terdakwa mau ngaku bersalah atau tidak, tapikan persidangan belum selesai,” kata Teguh.

“Dakwaan tetap kita bacakan
Itukan nanti setelah kita pemeriksaan saksi-saksi kita hubungkan antara saksi satu dengan saksi lain trus kita hubungkan dengan dakwaan kita, kita buktikan nanti,” tambahnya.

Selain itu, dalam kasus yang menyebabkan hilangnya nyawa Fajar Muhammad Risqi yang menurut warga merupakan geng motor sebenarnya, telah terjadi salah tangkap. Menurut Teguh, tidak mungkin pihak kepolisian salah tangkap dan pihaknya juga telah menilai berkas hingga P21.

“Silahkan persi mereka salah tangkap
Ngga mungkin polisi salah tangkap, polisikan pinter juga toh, minimal dua alat bukti mereka bisa tentukan tersangka,” ujarnya.

Baca juga: Kasus Geng Motor Jatiwaringin, Dakwaan Jaksa Banyak Celah

Sedangkan untuk bukti CCTV, Teguh mengatakan bahwa pihaknya tidak memiliki CCTV, karena tidak disita dan tidak ada izin dari pengadilan.

“Jadi nilai untuk membuktikannya kurang
Kecuali barang bukti yang sudah disita dan ada izin dari pengadilan itu baru sah,” paparnya.

Tapi jika ada bukti dari pihak kuasa hukum terdakwa, Teguh menyatakan bahwa itu merupakan petunjuk untuk pembelaan.

“Itu hak mereka, tapi dari kami, kami tidak,” terangnya.

Dia menekankan, “Yang menjadi barang bukti yang sah adalah yang sudah ada izin dari pengadilan.”

(Eky)

Check Also

Tiga Jabatan Komandan Skadron Lanud Abdul Saleh Diserahterimakan

Malang, sketsindonews – Serah terima jabatan merupakan bukti eksistensi dan hidupnya sistem sebuah organisasi. Hal …

Watch Dragon ball super