Home / Berita / Goodyear Tak Beri Kejelasan Status Presdir
Sumber foto: autos.id

Goodyear Tak Beri Kejelasan Status Presdir

Jakarta, sketsindonews – Presiden Direktur Goodyear Indonesia Tbk, Loi Siew Kee atau Allan Loi mengatakan bahwa tidak ada masalah sebelum akhirnya statusnya menjadi tidak jelas, karena diminta meninggalkan kantor dengan alasan tidak masuk dalam restrukturisasi.

“Kalau dari segi performa setiap tahun saya terima awards, penjualan saat ini sesuai dengan yang kita inginkan,” jelas Allan Loi, saat ditemui di Kemang, Jakarta Selatan, Jumat (12/10).

Untuk restrukturisasi yang diucapkan oleh Presiden Komisaris Michael Lee Dreyer saat memintanya meninggalkan kantor juga menurut Allan Loi tidak jelas. “Tidak ada restrukturisasi, hanya perubahan administrasi saja,” katanya.

Saat ditanya terkait pendapatan yang masih diterima dari Goodyear, Allan Loi membenarkan hal tersebut, namun akses yang dimilikinya selama menjabat telah diblokir.

“Okelah saya dapat gaji, setiap bulan saya di gaji, tapi kalau ada apa-apa saya yang akan dicari,” ucapnya.

Untuk itu dia berharap agar proses terkait kejelasan statusnya segera dipercepat, pasalnya keinginan menyelesaikan secara kekeluargaan yang diungkapkan pihak Goodyear juga tidak ada kejelasan.”Kedepan saya berharap ini lebih cepat,” harapnya.

Pada kesempatan yang sama Kuasa Hukum Allan Loi, Kario Lumbanradja juga menyayangkan sikap yang dilakukan oleh Preskom Michael Lee Dreyer, karena keputusan tersebut tidak dijelaskan apakah dilakukan secara pribadi atau melalui keputusan rapat Dewan Komisaris.

“Kalau secara dewan komisaris berarti ada produk hukumnya tertulis, sementara pada 04 Oktober 2018 Pak Allan Loi masih tercatat sebagai Presdir, namun sejak 04 Agustus aksesnya sudah diblokir,” terangnya.

Dia menegaskan, jika kliennya memang sudah diberhentikan maka pihak Goodyear harus segera memperjelas. “Kalau dia diberhentikan, ya diberhentikan, tapi jelas produk hukumnya,” tegasnya.

“Mereka tidak ingin melepas, tapi ingin menyelesaikan secara kekeluargaan, ini kan ambigu,” tambahnya.

Secara hukum, menurutnya, untuk melakukan pemutusan hubungan kerja tersebut merupakan wewenang HR Director (HRD). “Meski jika ada jabatan yang lebih tinggi, tapi terkait ketenagakerjaan dia tidak diberi wewenang, arena itu wewenang HR Director,” jelasnya.

Hal lain juga diungkapkan bahwa saat diminta meninggalkan kantor, Allan Loi diminta menandatangani surat pengunduran diri dari jabatan sebagai Presdir Goodyear Indonesia Tbk dan sebagai Direktur Goodyear ASEAN, yang telah dibuat oleh Goodyear.

“Surat pengunduran diri dua posisi itu dipaksa untuk di tandatangani,” ungkapnya.

Untuk itu dia menegaskan bahwa pihaknya tidak ingin menunda-nunda terkait proses ini. “Kami tidak ingin menunda proses ini, justru kami ingin mempercepat, bahkan kami juga siap menghadapi gugatan hukum dari pihak Goodyear,” pungkasnya.

(Eky)

Check Also

Ini Alasan Habib Smith Ditolak Di Manado

Sulut, sketsindonews – Dengan kawalan ketat dari aparat kepolisian dan TNI, sejumlah ormas adat Minahasa menolak kedatangan Habib …

Watch Dragon ball super