Back

Media Terpercaya

GSU 7 A Sawah Besar Tak Pernah Tuntas, Kembali Menjadi Kumuh Tumpukan Sampah

Jakarta, sketsindonews – Penataan kawasan jalan Gunung Sahari Utara 7 A Kelurahan GSU Kecamatan Sawah Besar tak pernah tuntas dari wajah kekumuhan, padahal kawasan itu pernah ditertibkan serta dinormalisasi namun hingga kini tak pernah tuntas.

Pasalnya bangunan liar masih bercokol hingga sampah kembali menjadi problem penumpukan dilokasi fasum fasos milik pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan itu kembali terjadi persoalan yang sama.

Pantauan sketsindonews.com, Jumat (5/6/20) jelas melihat saluran air terletak di Jalan Gunung Sahari 7A Timur, tersumbat dengan sampah pohon maupun sampah rumah sengaja dibuang seperti botol aqua dan lain-lain dibiarkan begitu saja.

“Wabah pandemi dan demam berdarah (jentik) bisa menjadi satu terkait lingkungan tersebut sungguh kotor warga tak peduli selaian petugas kebersihan untuk tidak secara rutin lakukan penataan kawasan,” ungkap Dita (34) tinggal berdekatan dengan kawasan jalan.

Kepala Satuan Pelaksana (Kasatpel) Sumber Daya Air (SDA) Kecamatan Sawah Besar, Nanang Gusnadi ketika dikonfirmasi saluran air di maksud mengaku, belum lama ini pada bulan Februari 2020 lalu saluran air di sisi kanan dan kiri sudah dilakukan pengurasan oleh tim terpadu.

Ditambahkan Nanang, seharusnya sampah yang ada di Saluran saat ini dapat dibersihkan petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) Kelurahan GSU. “Jangan lagi kami lagi setelah lakukan pengurasan total kawasan tersebut walaupun diakui masih terkendala adanya bangunan liar,” terangnya.

“Sampah yang ada di saluran air saat ini di infokan saja ke Lurah atau Sekel, biar nanti pihak pemerintah Kecamatan Sawah kembali programkan kawasan yang tak pernah tuntas,” ujarnya.

Camat Sawah Besar saat dihubungi via whatshaap hingga saat ini belum memberikan tanggapan atau klarifikasi terkait penataan kawasan tersebut untuk kembali di rampungkan yang selama ini menjadi masalah karena selalu terkendala non tekhnis.

(Nanorame)

About the Author /

Pimpinan Perusahaan SketsIndo Juni 2016.