Gubernur Anies Tegaskan Tranportasi Umum Terintegrasi Menjadi Komitmennya

Jakarta, sketsindonews – Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Anies Baswedan, menerima peserta unjuk rasa yang terdiri dari para pengemudi angkutan perkotaan (angkot) wilayah Jakarta Utara di Halaman Pendopo Balaikota Jakarta, Rabu siang (27/11/19).

Kedatangan mereka guna menyampaikan aspirasi agar program Pemprov DKI Jakarta dalam mengintegrasikan transportasi umum atau dikenal dengan Jak Lingko diteruskan dan diperluas, khususnya di Jakarta Utara.

Ketua Koperasi Wahana Kalpika KWK Jakarta Utara, H Ramli, yang merupakan perwakilan dari pengunjuk rasa, menyampaikan terlebih dahulu apresiasi atas program Jak Lingko Pemprov DKI Jakarta yang mereka akui sukses.

“Kami ingin sampaikan bahwa program gubernur tentang Jak Lingko yang sudah dijalankan Dishub dan TJ itu sangat menyentuh bagi masyarakat, sampai gang-gang dapat pelayanan gratis dengan tepat waktu dan itu memang sangat mendukung,” ucap Ramli.

Kesuksesan program Jak Lingko tersebut, menurut Ramli, harus terus didukung dengan perluasan trayek maupun penambahan serta peremajaan armada pada tahun depan sehingga makin menjangkau warga yang ingin mengakses angkutan umum, terutama yang berada di Jakarta Utara.

“sekarang yang sudah jalan di Jakarta Utara itu ada 6 Jak/trayek dengan jumlah armada 193. Masyarakat Jakut sangat membutuhkan angkutan gratis tapi baru, terbatas 193 unit,” ungkapnya.

“Ini perlu perluasan layanan serta layanan armada dalam pemenuhan layanan trayek guna memenuhi quota jumlah kapsitas kebutuhan tranportasi umum,” jelas Ramli.

Gubernur Anies menanggapi unjuk rasa, dirinya merasa senang karena program Jaklingko diminati bukan hanya para pengguna angkutan umum, melainkan juga operator serta penyedia jasa angkutan umum.

“Kami senang, berarti program Jak Lingko ini yang kita rancang untuk memfasilitasi kepentingan umum, bisa menggunakan kendaraan umum dari mana saja yang terintegrasi itu, sejalan dengan kepentingan pribadi (sopir) dan perusahaan,” katanya.

“Karena itu, mereka ingin bergabung, kenapa? Karena mereka merasa diuntungkan, publik juga diuntungkan. Jadi, ini merupakan contoh betapa integrasi bukan hanya aspek transportasinya, tapi bisnis modelnya adalah bisnis model yang tidak merugikan bagi operator,” jelasnya.

Lanjut Anies kembali menegaskan, Pemprov DKI Jakarta akan terus berkomitmen melakukan integrasi transportasi umum di Jakarta.

Dia berharap agar ada timbal balik dari pihak operator agar meremajakan transportasinya, sehingga dapat memberikan pelayanan yang maksimal.

“Kita berharap para operator bisa merawat kendaraan dengan baik, melakukan update kendaraan secara berkala, kualitas pelayanan baik, karena mereka berada di dalam sistem yang saling menguntungkan,” ungkap Gubernur Anies.

(Nanorame)