Home / Artikel / Gubernur Gagal, Ketum AMP: Pembangunan Maluku Jalan Ditempat
Ketua Umum Angkatan Muda Pattimura Rido Nilson. D.Tutuiha. (Dok. Pribadi)

Gubernur Gagal, Ketum AMP: Pembangunan Maluku Jalan Ditempat

Jakarta, sketsindonews – Ketua Umum Angkatan Muda Pattimura Rido Nilson. D.Tutuiha menilai bahwa kepemimpinan Gubernur Maluku Ir. Said Assagaf dan DR. Zeth Sahuburua, S.H, M.M telah gagal membawa Maluku menjadi kota yang maju.

“Provinsi Maluku yang dipimpin oleh Gubernur saat ini tidak dapat membawa perubahan yang signifikan terhadap proses pembangunan di Maluku secara keseluruhan,” papar Rido saat di Konfirmasi, Jumat (17/11/17).

Pria yang akrab disapa Bung Rido ini menyayangkan masuknya Maluku dalam urutan ke-3 sebagai Provinsi miskin di Indonesia. Serta pembangunan Maluku, Kata Rido terkesan berjalan ditempat.

“Selama ini Kepemimpinan Pak Said lebih banyak program-program pembangunan bersifat seremonial semata yang banyak menghambur-hamburkan uang negara. Banyak mermunculan kasus-kasus Korupsi di Pemda Maluku yang ditangani oleh aparatur penegak Hukum, salah satunya kasus Bank Maluku-Maluku Utara,” ungkapnya.

Rido juga mengungkapkan bahwa penanganan pengungsi pasca konflik Maluku beberapa tahun lalu tidak dapat diselesaikan. “Bagaimana bilang sudah aman sedangkan banyak pengungsi Masyarakat Negeri Adat yang masih tinggal di daerah pengungsian salah satu contohnya yaitu masyarakat Negeri Iha Saparua yang hingga kini masih berada di Daerah Pengungsian sudah selama 17 tahun, kemana keseriusan Pemda Provinsi Maluku dalam persoalan ini?,” tanyanya.

Menurut Rido, Anggaran yang diturunkan oleh Pemerintah Pusat untuk Penanganan Pengungsi Maluku yang begitu besar, jugasampai saat ini belum bisa mengangani pengungsi.

Terkait program-program yang dicetuskan oleh Gubernur Maluku seperti Program Pembentukan Daerah Otonomi Baru, Program Lumbung Ikan Nasional, Program Maluku menjadi Provinsi Kepulauan, diyakini Rido hanya merupakan slogan semata. “Tapi realisasinya di lapangan tidak ada,” tegas Rido.

Lebih jauh, Rido juga menyoroti meningkatnya angka pengangguran di Maluku dari tahun ke tahun. Namun menurutnya hingga saat ini tidak ada perhatian serius dari Gubernur. “Masih banyak lagi persoalan-persoalan yang belum dapat diselesaikan oleh Pemda Provinsi Maluku di bawah kepemimpinan Pak Said,” ujarnya.

Rido menegaskan bahwa data-data yang didapat melalui hasil investigasi tersebut merupakan salah satu bentuk pertanggungjawaban, karena Angkatan Muda Pattimura selaku salah satu Organisasi Masyarakat Maluku turut serta bertanggungjawab dan selalu melakukan fungsi kontrolnya terhadap Kinerja Pemda Prov.Maluku dan Pemkot serta Pemkab yang ada di Maluku. “Hal ini sesuai dengan Visi dan Misi dari Organisasi Angkatan Muda Pattimura,” tutupnya.

(Eky)

Check Also

Sangat Sulit LHP DKI 2018 Dapat WTP Dari BPK

Jakarta, sketsindonews – Pengamat kebijakan publik Amir Hamzah memprediksi opini yang diberikan Badan Pemeriksa Keuangan …

Watch Dragon ball super