Haidar Alwi Sudah Lama Ingatkan Ekspor Ilegal Nikel

oleh
oleh

Pemerintah akan mengambil tindakan serius terhadap para pelaku ekspor bijih nikel ilegal ke Cina yang diindikasikan terus terjadi. Apalagi kerugian negara akibat penyelundupan nikel ini terus membesar, terakhir diperkirakan mencapai RP575 Miliar.

Ancaman tindakan tegas pemerintah ini dikemukakan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan, Selasa (18/7/23), saat menerima laporan dari Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri yang menyebut temuan lembaganya mengenai adanya ekspor bijih nikel ilegal seberat 5 juta ton ke Cina.

KPK menduga terdapat kerugian keuangan negara sebesar Rp575.068.799.722,52 atau Rp575 miliar akibat dugaan ekspor sebanyak 5,3 juta ton bijih nikel (nikel ore) ke Cina.

Lembaga antirasuah menyebut ekspor ilegal bijih nikel terjadi sepanjang 2020 hingga Juni 2022.

Dari temuan KPK terdapat selisih nilai ekspor bijih nikel ke Cina sebesar Rp14.513.538.686.979,60 (Rp14,5 triliun) sepanjang 2020 hingga Juni 2022.

KPK menduga selama dua setengah tahun itu, terdapat selisih royalti dan bea keluar sebesar Rp575.068.799.722,52 atau Rp575 miliar.

Rincian selisihnya adalah Rp327.866.721.117,38 (Rp327,8 miliar) pada 2020; Rp106.085.151.726,89 (Rp106 miliar) pada 2021; dan Rp141.116.926.878,25 (Rp141,1 miliar) pada Januari hingga Juni 2022.

Berdasarkan data di situs Bea Cukai Cina, negeri tirai bambu itu mengimpor 3.393.251.356 kilogram biji nikel dari Indonesia dengan nilai 193.390.186 dollar Amerika Serikat (AS).

Tinggalkan Balasan

No More Posts Available.

No more pages to load.