Back

Media Terpercaya

Hak Jawab Atas Kasus Lahan Di PN Jaksel

Jakarta, sketsindonews – Hari ini, Selasa (31/3/20) redaksi menerima Hak Jawab atas berita yang tayang pada Senin (30/3/20) kemarin dengan judul ‘Kriminalisasi Demi Sebuah Lahan’.

Hak jawab tersebut dikirim melalui email oleh PT. M&T LAPANLAPAN dengan alamat email mosilou.toisapu88@gmail.com yang melampirkan sebuah blog buditili88.blogspot.com berisi Hak Jawab.

Berikut Hak Jawab Tersebut:

Disuatu waktu pada tanggal 22-23 Desember 2009, kami meeting dengan HJ. FARIDA, SULAIMAN, MUHAMMAD YASIN, SAYA, KK OPAH, HENCE KAILUHU di Cafe Tea’Book. Dalam meeting tersebut, Pihak Hj. Farida, Sulaiman, M. Yasin mewakili pihak keluarga besarnya yang lainnya MEMOHON agar saya dan teamwork dapat MENYELESAIKAN atas OBYEK BARANG TIDAK BERGERAK yang masih DIAKUI sebagai MILIKNYA? Namun saat meeting tersebut, Pihak Hj. Farida dkk TIDAK DAPAT MEMPERLIHATKAN BUKTI KEPEMILIKAN YANG SAH sesuai Undang – Undang yaitu SERTIPIKAT.

Pihak Farida dkk hanya dapat BERCERITA perihal Obyek Barang Tidak Bergerak itu DIGADAIKAN kepada seseorang pada Tahun 1976, 1980 dan 1981 oleh BAPAKNYA yang sudah MENINGGAL DUNIA pada tahun 1991, sambil memberikan BERKAS – BERKAS berupa  FOTOCOPY tanpa dapat memperlihatkan ASLINYA untuk dapat saya PELAJARI. Karena bertepatan libur yang panjang di bulan Desember 2009 sampai dengan Januari 2010, komunikasi kita hanya by phone karena saya ada tour de bali bersama keluarga. Dan saya berjanji setelah berlibur akan menjawab PERMOHONAN yang Pihak Farida dkk, sekembalinya dari Bali.

Bahwa kemudian tepatnya pada tanggal 15 JANUARI 2010, setelah Pihak Farida bersama ibu HJ. SITI ROHAENAH istri ketiga (Almh), RAMLI (anak istri kedua), JUNAIDI, FATIMAH, MARZUKI, KOSASIH, SULAIMAN, FARIDA, MUHIDIN (Alm), ABDUL SYAKUR, M. NUR, M. MADINAH dan MASDUKI yang kesebelasnya ini adalah anak dari ISTRI KETIGA, membuatkan dan menandatangani SURAT KUASA kepada M. YASIN. nah setelah itu MUHAMMAD YASIN memberikan  SURAT KUASA KHUSUS kepada BUDIANTO TAHAPARY dan berikut SURAT PERJANJIAN BERSAMA, yang intinya adalah sebagai berikut :

1. Pihak yang MENGUASAI TANAH DAN BANGUNAN : 50% (lima puluh persen);

2. Pihak M. YASIN beserta FARIDA, SULAIMAN DAN ANGGOTA KELURGA LAINNYA : 15% KEROHIMAN (lima belas persen); dan

3. Pihak BUDIANTO TAHAPARY bersama Teamwork : 5% OPERASIONAL + 30% SUKSES FEE (tiga puluh lima persen).

Bahwa walaupun TANPA OPERASIONAL  yang menjadi KEWAJIBAN dari Pihak M. Yasin, Hj. Farida, Sulaiman dan keluarga besarnya untuk diberikan sesuai KESEPAKATAN yang telah ditandatanganinya, Sdr. Budianto Tahapary dan Teamwork dapat MEMBUKTIKAN dalam waktu beberapa HARI KERJA SAJA sudah dapat “tinggal” di Jl. Kuningan Barat Raya No. 29, RT. 006 / 003, Kelurahan Kuningan Barat, Kecamatan Mampang Prapatan – Jakarta Selatan tersebut tanpa INSIDEN dan SENYAP. Dan ini adalah  PRESTASI yang selalu dapat kami lakukan tanpa menggunakan Proses  PENETAPAN  melalui Putusan Pengadilan  walaupun atas hal tersebut Sdr. Budianto Tahapary dihukum pidana 4 (empat) BULAN PENJARA 8 (delapan) BULAN PERCOBAAN.

Bahwa atas PRESTASI dari Pihak sdr. Budianto Tahapary dan Teamwork TLI88AP yang sangat pantas diacungi JEMPOL ini tidak sebanding dengan  JALAN PIKIRAN MEREKA PIHAK M. YASIN, FARIDA, SULAIMAN dan keluarga besar lainnya yang NOTABENE Obyek Barang Tidak Bergerak tersebut TELAH DIPINDAH TANGANKAN dari BAPAK mereka yang bernama ALM. H. AHMAD SYARKONI (meninggal dunia tahun 1991) sebagai PIHAK PENJUAL kepada Pihak TEKEN SLAMET LIMBONG S.H. (Alm) sebagai PIHAK PEMBELI sejak TAHUN 1976, 1980 dan 1981 sesuai BUKTI BERKAS – BERKAS FOTOCOPY yang saya TERIMA dari Pihak M. YASIN, HJ. FARIDA DAN SULAIMAN pada saat meeting di bulan DESEMBER 2009 tersebut.

Yang ANEH nya Pihak M. Yasin, Farida, Sulaiman dan keluarga besarnya lebih senang MEMPERCAYAI KONSULTAN SESAT sehingga memilih untuk MENGAMBILALIH DENGAN CARA PAKSA atas PENGUASAAN OBYEK BARANG TIDAK BERGERAK yang telah kami KUASAI sejak JANUARI tahun 2010 hingga saat di tahun 2020. sehingga OTAK MEREKA DICUCI DENGAN SABUN COLEK DAN MENGANGGAP PENGUASAAN YANG TELAH KAMI LAKUKAN TERSEBUT adalah suatu WANPRESTASI?.

Dimana cara berpikirnya… kamipun selalu MENARIK NAFAS YANG DALAM saat menerungkan apa yang selalu mereka lakukan…

Bahwa pada tahun 1976, Alm. H. Ahmad Syarkoni ini mengalami suatu peristiwa PIDANA yang pada AKHIRNYA dibantu oleh seorang JAKSA yang bernama Alm. TEKEN SLAMET LIMBONG S.H. pada saat itu. Yang pada saat itu si M. YASIN masih berumur sekitar 4-5tahun, Farida mungkin masih SMP. Nah setelah 35 (tiga puluh lima) tahun kemudian si om M. YASIN, tante HJ. FARIDA, om SULAIMAN dan om dan tante yang lainnya BERPIKIR perihal OBYEK TANAH DAN BANGUNAN yang TELAH DIJUAL BAPAKNYA itu sebagai JAMINAN GADAI TANAH tanpa adanya BUKTI GADAI.

Weisss tunggu dulu, lalu mereka punya TUJUAN apa ya? kalo itu barang tidak bergerak itu sudah BERPINDAH TANGAN, lalu mau DIAKUI sebagai barang tidak bergerak yang MASIH SAH MILIKNYA? PIYEEE……

Bagaimana MUNGKIN suatu PRESTASI bisamenjadi WANPRETASI itu ya? apa karena  IJAZAH PRAMUKA yang dimiliki para konsultan sesat dan dhukun yang diminta SUPPORT nya kah?

Sepanjang kita sebagai MANUSIA tidak TAMAK, RAKUS dan ataupun SERAKAH, pasti akan INGAT bahwa KERINGAT  siapapun dia yang telah bekerja bagi kepentingan kita itu WAJIB DIBAYAR walaupun itu TERASA PAHIT…

Semoga Pihak M. YASIN, SULAIMAN, HJ. FARIDA dan seluruh anggota keluarganya dapat MERENUNG DAN MENGAMBIL HIKMAH ATAS PEMENJARAAN yang terjadi terhadap Tersangka MUHAMMAD YASIN DAN SULAIMAN, Berdoa Memohon Pengampunan dari Sang Pencipta Alam Semesta bukan Meminta Petunjuk dari Pihak yang mengambil KEUNTUNGAN DALAM KESESAKAN ini.

(Red)

About the Author /

Pimpinan Perusahaan SketsIndo Juni 2016.