Home / Berita / Hakim Diganti, Kuasa Hukum Terdakwa Ijazah Palsu Minta Tunda
Pengadilan Negeri Jakarta Timur (Dok. sketsindonews.com)

Hakim Diganti, Kuasa Hukum Terdakwa Ijazah Palsu Minta Tunda

Jakarta, sketsindonews – Sidang lanjutan kasus ijazah palsu Sekolah Tinggi Teologia Injili Arastamar (STT Setia) yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Timur (PN Jaktim), Rabu (25/4) diwarnai protes keras.

Seperti diketahui sidang sebelumnya dipimpin oleh Ketua Majelis Antonius Simbolon dibantu dua hakim anggota Dwi Dayanto dan Nun Suhaini. Namun dengan berbagai pertimbangan akhirnya Antonius Simbolon digantikan oleh Nun Suhaini dan kekosongan hakim anggota diisi oleh Ninik Anggraini.

Tidak tinggal diam, Kuasa Hukum Terdakwa, Tomy Sihotang melakukan protes atas penetapan tersebut dan meminta agar persidangan ditunda. “Sama-sama kita tau tidak ada alasan aspirasi yang membuat hakim diganti,” jelasnya. Tomy meminta, “Jadi tolong kita tunda saja dan kita.”

Permintaan untuk ditunda, diutarakan Tomy karena pihaknya akan melakukan perlawanan hukum atas penetapan tersebut. “Kami akan lakukan perlawanan hukum atas penetapan itu, karena disitu tidak disebutkan Undang-undang mana yang dilanggar mengenai adanya aspirasi masyarakat, mengenai kesamaan marga dan sebagainya,” terangnya.

“Tolong di tunda persidangan ini, ini hak kami,” tegas Tomy.

Menanggapi jalannya persidangan, Ketua PN Jaktim, Sumino, S.H menjelaskan bahwa penetapan pergantian hakim dilakukan bukan semata-mata karena kesamaan marga tetapi juga kondusifitas.

“Arahan dari pimpinan bahwa demi obyektifitasnya perkara itu walaupun sama marga mungkin sederajatnya keberapa. Tidak seperti yang dimaksud dalam pasal 157 KUHAP tetapi lebih ke Netralitas hakim, lebih fair dalam memecahkan perkara itu, jadi kita ganti yang lain saja,” terangnya.

Dia menambahkan, “Tidak ada hubungan sesama sohib atau kemargaan, itu pertimbangan pimpinan, itu akan lebih obyektif. Pertimbangan pimpinan untuk yaitu kondisivitas, obyektivitas, transparansi pemeriksaannya (sidangnya).”

Pergantian Hakim memang menjadi salah satu tuntutan utama korban, bahkan sejak awal mengetahui ada kesamaan marga pihak korban sudah menyurati pengadilan agar Ketua Majelis segera diganti. “Sejak awal saat tau ada kesamaan marga, kita sudah minta ganti,” ucap perwakilan korban, Yusuf Abraham Selly, saat melakukan aksi demo, di PN Jaktim, Senin (23/4).

Tidak hanya pergantian hakim yang selalu diutarakan oleh korban, tetapi juga penetapan agar terdakwa segera ditahan rutan, karena saat ini kedua terdakwa masih memiliki status tahanan kota.

Menangapi tuntutan agar status kedua terdakwa yakni Rektor STT Setia Matheus Mangentang dan Direktur STT Setia, Ernawaty Simbolon segera dirubah status tahanannya, Ketua PN, Sumino mengatakan bahwa kewenangannya ada pada Ketua Majelis Hakim.

“Kami pimpinan tidak ikut campur, kami tidak bisa menginterfesni kewenangan hakim,” tandasnya.

Untuk informasi, sidang yang mengagendakan keterangan saksi tersebut akhirnya ditunda, karena saksi yang diajukan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) tidak hadir.

(Eky)

Check Also

Buka Kesempatan Jadi PNS, Pemprov DKI Jakarta Lakukan Ini

Jakarta, sketsindonews – Dalam rangka memfasilitasi para akademisi yang akan memasuki dunia kerja, Pemerintah Provinsi …

Watch Dragon ball super