Home / Berita / Ketua KPU: Hasil Resmi Ditetapkan KPU, Bukan Hitung Cepat
Ilustrasi (Dok. cultureindo.com)

Ketua KPU: Hasil Resmi Ditetapkan KPU, Bukan Hitung Cepat

Jakarta, sketsindonews – Proses Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta sudah selesai dilakukan sejak pagi tadi hingga pukul 13.00 Wib, Rabu (19/4). Bahkan penghitungan disetiap TPS juga sudah selesai dilakukan, masyarakat hanya tinggal menunggu hasil penghitungan Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai Instansi resmi dari pemerintah.

Namun seperti biasa, beberapa saat usai pemilihan ditutup, masyarakat akan disuguhkan hasil hitung cepat (Quick Count) dari berbagai lembaga survei yang ada. Dimana hasil yang dipaparkan biasanya tidak akan jauh berbeda dari hasil penghitungan KPU (Real Count).

Menanggapi beredarnya hasil hitung cepat dari lembaga survey, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Arief Budiman melalui laman resmi kpu.go.id menjelaskan bahwa hasil penghitungan suara resmi akan ditetapkan oleh KPU, bukan hasil hitung cepat oleh lembaga-lembaga survey.

Untuk itu, masyarakat harus paham, bahwa hasil itu (hitung cepat) adalah bukan hasil resmi proses pemilu.

“Hasil resmi proses pemilu ini akan ditetapkan oleh KPU DKI pada saatnya,” kata Arief.

Meski begitu, Arief mengatakan bahwa hasil hitung cepat merupakan kegiatan yang dilakukan berdasarkan ilmu pengetahuan yang menggunakan serangkaian metodologi yang terukur. Karenanya Ia menambahkan masyarakat bisa menjadikan hasil tersebut sebagai informasi, namun bukan sebagai rujukan final hasil pilkada.

“Lembaga survei itu adalah lembaga yang menggunakan ilmu pengetahuan dalam melakukan kegiatannya. Terukur kegiatannya. Hasilnya juga bisa dipublikasikan, dan dibaca dengan terbuka oleh masyarakat. Jadi boleh melihat dan menjadikan itu sebagai informasi. Tapi perlu dipahami itu bukan sebagai hasil yang menentukan, bukan hasil yang final, bukan hasil yang resmi,” lanjut dia.

Oleh sebab itu, Arief meminta masyarakat untuk tidak memperdebatkan hasil hitung cepat yang dibuat oleh lembaga-lembaga survei. Karena hasil resmi perolehan suara akan ditetapkan oleh KPU melalui rapat pleno penetapan rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara dan hasil pemilihan.

“Hasil resmi itu adalah hasil yang ditetapkan oleh KPU. Jadi sekarang tidak perlu diperdebatkan, karena itu memang kegiatan yang terukur, bisa dipertanggungjawabkan. Tetapi publik juga harus diajari kalau itu bukan hasil final, bukan hasil resmi dari proses penyelenggaraannya,” terang Arief. (Sumber: kpu.go.id)

Check Also

Terdakwa Ijazah Palsu Dituntut 9 Tahun Denda 1 Miliar

Jakarta, sketsindonews – Kuasa hukum korban ijazah palsu yang diterbitkan Sekolah Tinggi Injili Arastamar atau …

Watch Dragon ball super