Home / Artikel / Ragam Daerah / Icon Siregar: Seluruh Kalapas Dan Rutan Di Kepri Agar Memberikan Sumbangsih Bagi Bangsa Indonesia

Icon Siregar: Seluruh Kalapas Dan Rutan Di Kepri Agar Memberikan Sumbangsih Bagi Bangsa Indonesia

Tanjungpinang, sketsindonews – Rutan Kelas I Tanjungpinang mengadakan program pembinaan Pra Integrasi WBP serta Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) pemberdayaan klien pemasyarakatan. Kegiatan di gelar di Rutan Kelas I Tanjungpinang dan dihadiri oleh Inspektorat Wilayah Kemenkumham I Icon Siregar, Ka Kanwil Kepri Saffar M Godam, Pimti Kantor Wilayah, Ka UPT Pengayoman Kepulauan Riau, dan Para Tamu undangan. Kamis (4/8/22).

Ka Rutan Kelas I Tanjungpinang Eri Erawan menyampaikan, Kegiatan ini adalah upaya kita semua untuk melakukan pembinaan kepada WBP guna mewujudkan Warga Binaan yang unggul dan berkarakter sehingga memiliki nilai-nilai positif ketika kembali ke masyarakat.

“Pembinaan narapidana merupakan bagian yang tak terpisahkan dalam proses penegakan hukum. Sistem Pemasyarakatan diselenggarakan dalam rangka membentuk Warga Binaan agar menjadi manusia seutuhnya, menyadari kesalahan, memperbaiki diri, dan tidak mengulangi tindak pidana sehingga dapat diterima kembali oleh lingkungan masyarakat, dan dapat hidup secara wajar sebagai warga yang baik dan bertanggung jawab sehingga dapat berperan kembali sebagai anggota masyarakat yang bebas dan bertanggung jawab,” ujar Ka Rutan.

Sejak Pandemi covid-19 tahun 2020 tentu memberikan dampak yang cukup besar bagi masyarakat indonesia. Untuk menangani dampak yang timbul serta menekan lajur penyebaran virus, pemerintah mengambil beberapa kebijakan. Salah satunya kebijakan di bidang hukum.

Dengan dikeluarkannya permenkumham no. 43 tahun 2021 tentang perubahan kedua atas permenkumham nomor 32 tahun 2020 tentang syarat dan tata cara pemberian asimilasi, pembebasan bersyarat, cuti menjelang bebas, dan cuti bersyarat bagi narapidana dan anak dalam rangka pencegahan dan penanggulangan penyebaran covid-19. Permenkumham no. 43 tahun 2021 merupakan upaya hukum untuk menanggulangi dan mencegah penyebaran covid-19 di tengah kondisi lapas dan rutan yang menampung tahanan dan narapidana melebihi kapasitas yang ada.

Overcrodwed di Rutan/ Lapas seluruh Indonesia sudah mencapai 106%, kondisi tersebut tidak memungkinkan untuk diterapkan phsyical distancing di lapas dan rutan yang mengalami overcrowded sehingga kebijakan pengeluaran narapidana dan anak dari lapas dan rutan untuk menjalani asimilasi di rumah dan reintegrasi sosial merupakan salah satu solusi untuk menekan lajur penyebaran virus Covid-19 saat berada di dalam lapas/rutan/LPKA.

Asimilasi di rumah dan reintegrasi sosial diberikan kepada narapidana yang telah memenuhi syarat, yaitu berkelakuan baik dibuktikan dengan tidak sedang menjalani hukuman disiplin dalam kurun waktu 6 (enam) bulan terakhir aktif mengikuti program pembinaan dengan baik, dan telah menjalani ½ (satu per dua) masa pidana. sejauh ini narapidana yang telah dikeluarkan berjumlah 113.818 dari 525 unit pelaksana teknis di lingkungan direktorat pemasyarakatan.

Selama menjalani asimilasi di rumah dan reintegrasi sosial, narapidana diawasi oleh pembimbing kemasyarakatan dari balai pemasyarakatan dibantu dengan pihak kepolisian dan kejaksaan tempat narapidana tinggal.

“Narapidana yang menjalani program asimilasi di rumah dan reintegrasi sosial wajib melakukan wajib lapor kepada pembimbing kemasyarakatan dalam kurun waktu tertentu,” ucap Ka Rutan.

Kemudian Dalam kesempatan yang sama, Icon selaku Irwil I memberikan apresiasi kepada Rutan Kelas I Tanjungpinang atas inovasi dan terobosannya membuat Sarana Asimilasi dan Edukasi sebagai implementasi surat keputusan direktur jenderal pemasyarakatan kementerian hukum dan hak asasi manusia republik Indonesia nomor pas-403.pk.01.04.04 tahun 2021 tentang penyelenggaraan sarana asimilasi dan edukasi di UPT pemasyarakatan, dimana Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) merupakan program pembinaan lanjutan dari proses pemasyarakatan sehingga pembinaan dan pembimbingan yang dilakukkan untuk mencerminkan situasi dan kondisi nyata pada masyarakat sekitar, hal ini dimaksudkan untuk meningkatkan kesiapan narapidana kembali ketengah-tengah masyarakatnya (integrasi).

Ia berharap semoga kegiatan ini menjadi bagian dari upaya kita mempersiapkan warga binaan pemasyarakatan agar dapat berintegrasi secara sehat dengan masyarakat, sehingga dapat berperan kembali sebagai anggota masyarakat yang bebas dan bertanggung jawab.

Selanjutnya Ka Kanwil Kepri Saffar M Godam berpesan kepada seluruh jajaran pemasyarakatan untuk melaksanakan tugas dengan penuh integritas, bekerja dengan profesional dan ketulusan dengan terus berupaya untuk menjadikan rutan kelas i tanjungpinang dan UPT pemasyarakatan Se- Kepri tetap dalam kondusif, aman, serta tidak melakukan perbuatan yang merusak nama baik institusi pemasyarakatan dan kementerian hukum dan ham pada umumnya.

Pada kesempatan ini, saya atas nama jajaran kementerian hukum dan ham republik indonesia menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada jajaran pemerintah daerah dan seluruh instansi serta lembaga sosial terkait yang telah turut serta berpartisipasi dan memberikan dukungan dalam melaksanakan tugas-tugas pemasyarakatan khususnya pada program sarana asimilasi dan edukasi. semoga tuhan yang maha kuasa senantiasa mengiringi keinginan luhur kita untuk selalu bekerja bersih, penuh inovasi dan bermartabat.

kepada seluruh warga binaan pemasyarakatan yang mengikuti program pembinaan ini, saya mengingatkan agar jadilah insan yang taat hukum, insan yang berakhlak dan berbudi luhur, serta insan yang mempunyai makna berguna dalam hidup dan kehidupan.

“kegiatan program pembinaan pra – Integrasi WBP Rutan Kelas I Tanjungpinang di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) dan pemberdayaan klien pemasyarakatan dilingkungan masyarakat, secara resmi saya nyatakan Di buka. Ujar Saffar M Godam.

(Ian)

Check Also

Siswa Di Surabaya Padati Pameran Museum

Surabaya, sketsindonews – Animo siswa di Surabaya mengunjungi pameran museum Cross Musea Juang Nopember 22 …

Watch Dragon ball super