Back

Media Terpercaya

Idola Bisa Menjadi Inspirasi

sketsindonews – Mempunyai idola adalah hak semua orang. Siapa yang diidolakan dan apa yang diidolakan, itu juga hak semua orang. Tinggal bagaimana kita menyaring yang baik dan yang buruk untuk dilakukan. Sebagai panutan menjadi baik di kehidupan.

Menyukai suatu hal dan menjadikannya patokan, itu yang aku lakukan. Kala Indonesia mempunyai boy band beranggotakan empat orang laki-laki yang menurutku tampan rupawan. Bastian, Aldi, Iqbaal, dan Kiki adalah anggota boy band yang sangat aku idolakan, Coboy Junior.

Setiap hari, tak bosan aku mendengarkan lagu-lagu yang mereka nyanyikan. Lagu mereka sangat sering aku putar. Tidak hanya lagu, aku pun membaca cerita yang perannya tidak lain adalah mereka. Cerita itu bukan karangan ayah, ibu, kakak, atau adik mereka, melainkan karangan para penggemar.

Comate adalah nama penggemar Coboy Junior. Tidak hanya perempuan, lelaki pun ada yang menyukai mereka.

Masih teringat olehku pertama kali melihatnya secara langsung. Kulit putih dan muka yang ternyata lebih tampan dari di televisi, membuatku terdiam. Namun, satu kesamaan, tetap terhalang. Aku tidak bisa melihatnya leluasa, karena penggemar lain yang saling berebutan.

“Iqbaal, Aldi, Kiki, Bastian,” Seru semua penggemar yang saling berlomba mencari perhatian.

Mereka berusaha menjadi terdepan untuk dapat dilihat oleh Aldi, Iqbaal, Kiki, dan Bastian. Tidak peduli orang lain kesakitan.

Comate bukan satu-satunya nama penggemar mereka, karena masing-masing pun mempunya nama penggemar sendiri. Iqbaal dengan Soniq, Bastian dengan Bstar, Aldi dengan Alovers, dan Kiki dengan Kivers. Sangat beragam memang.

Bukan tanpa hambatan, aku menyukai mereka juga banyak sekali larangan. Terutama dari semua kakakku, karena menurutnya Coboy Junior itu hanya membawa pengaruh jelek padaku dalam belajar.

Namun, dilarang aku semakin tak mendengar. Menurutku, Coboy Junior dapat menjadi motivasiku untuk hari kemudian. Prestasi mereka di bidang musik pun tak dapat lagi diragukan. Karena, banyaknya penghargaan yang mereka dapatkan.

Aku selalu berpikir bagaimana bisa dengan mudah berinteraksi dengan mereka. Kemudian terlintas, aku harus jadi artis atau menjadi bagian dari seorang jurnalis, yang berada di balik layar, membuat acara televisi, kemudian mengundang mereka untuk datang. Ya, pikiran seorang anak remaja perempuan yang suka-sukanya dengan sesuatu.

Ya, ternyata alur pendidikanku berjalan sesuai rencana. Aku mengemban pendidikan jurusan multimedia, dan kemudian melanjutkan kuliah jurusan jurnalistik. Sungguh pencapaian yang cukup memusakan.

Pertama kali mendapatkan tugas liputan dari kampus, bukan main hati bahagia. Rasanya tak sabar terjun ke lapangan, melihat orang-orang terkenal yang selama ini hanya dapat kutatap wajahnya di layar.

Meskipun yang diwawancara bukan mereka yang aku dambakan, namun aku menyukai keadaan.

Terima kasih telah menjadi idola yang menginspirasi dengan segudang pencapaian. Tetap berikan karya-karya yang dapat dinikmati ketika bosan, dan tetaplah rendah hati kepada penggemar.

(Mega Suharti Rahayu)

About the Author /

Pimpinan Perusahaan SketsIndo Juni 2016.