Home / Profile / Ijazah Palsu dan Visi-Misi STT Setia Yang Rusak

Ijazah Palsu dan Visi-Misi STT Setia Yang Rusak

Jakarta, sketsindonews – Saksi Pelapor kasus Ijazah Palsu Sekolah Tinggi Teologia Injili Arastamar (STT Setia), Willem Frans Ansyanay menanggapi santai adanya dugaan terdakwa dan Kuasa Hukum berupaya mengalihkan isu.

Menurutnya semua hal tersebut hanya upaya mencari selamat, tapi dia meyakini bahwa Hakim dan Jaksa Penuntut Umum (JPU) sudah mengetahui kasus tersebut secara utuh.

“Fakta persidangna dengan barang bukti tidak bisa dihindari, barang bukti ijazah diploma, Akta 2 dan transkif itu sudah jelas,” jelasnya, saat ditemui usai acara dengan Tokoh-tokoh Papua, di seputara Cikini, Jakarta Pusat, Jumat (23/3).

Dia menambahkan, “Fakta pimpinan PGSD dan STT Setia itu satu ketuanya adalah terdakwa Matius Mangentang, nanti dialam pengelolaan Direkturnya, Ernawati Simbolom, karena di Ijazah diploma dua di tandatangani oleh ketua dan direktur.”

Untuk itu, pertanyaan kuasa hukum terdakwa yang menggiring saksi untuk mendapatkan jawaban seolah-seolah ini dua lembaga dan dua pimpinan menurut Frans merupakan pertanyaan yang sumir. “Dan hakim sangat tau, karena barang bukti ditangan Hakim,” katanya.

 

Visi-Misi STT Setia Rusak

Terkait pernyataan bahwa Program Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) hanya cantolan saja, menurut Frans juga telah merusak, karena berjalannya STT Setia itu berdasarkan Surat Keputusan Menteri Agama No.180 tahun 1997 tentang penyelenggaraan pendidikan teologi dan Pendidikan Agama Kristen (PAK) serta ujian negara.

“Kalau keputusan ini yang dipakai maka pertnyaan kita PGSD dicantolkan kemana?, tidak ada alat cantolan, keputusan itu murni bunyinya seperti itu, ini berart perbuatan kjhatan pendidikan,” tegasnya.

Dia berharap semua pihak untuk fokus kepada Ijazah Palsu atau sebagai hal yang dipermasalahkan. “Prinsif paling utama bukan kapan penyelnggaran, bukan soal dicantolakan dan izinnya atau tidak, yang palingutama ada ijaajah yang tidak bisa digunakan,” tegasnya.

Lebih jauh, Frans juga menyayangkan munculnya transkif berdasarkan keputusan Menteri Republik Indonesia.

“Kalau Menteri banyak, jadi kalau begitu keputusan 350 tahun 99 itu keputusan bersama para Menteri, Kementrian bisa marah ada yang mencatut Kementerian untuk membuat satu surat keputusan diselengrakan PGSD,” ujarnya.

Sementara, SK 350 menurut angkatan pertama STT Setia ini hanya berbicara tentang izin penyelenggaraan STT Setia Strata 1.

“Jadi semua yang dikerjakan ini merupakan sebuah perbuatan yang terstruktur dan Masif,” ujarnya.

(Eky)

 

Check Also

Jalin Keakraban, Yasarini Cabang Lanud Adisutjipto Gelar Silaturahmi Dengan Guru Dan Karyawan Sekolah Angkasa

Yogyakarta, sketsindonews – Ketua Yasarini Cabang Lanud Adisutjipto Ibu Dewi Tedi Rizalihadi beserta Danlanud Adisutjipto mengikuti …

Watch Dragon ball super