Home / Profile / Ijazah Palsu STT SETIA, Kuasa Hukum Minta Terdakwa Segera Ditahan

Ijazah Palsu STT SETIA, Kuasa Hukum Minta Terdakwa Segera Ditahan

Jakarta, sketsindonews – Pengadilan Negeri Jakarta Timur gelar sidang kasus dugaan penerbitan Ijazah Palsu dari Sekolah Tinggi Teologia Injili Arastamar (STT SETIA) dengan terdakw Matheus Mangentang selaku Rektor dan terdakwa Ernawaty Simbolon selaku Direktur, Rabu (28/2).

Sidang yang mengagendakan tanggapan Jaksa Penuntut Umum (JPU) atas esepsi kuasa hukum terdakwa ini di warnai dengan adanya aksi dari keluarga pelapor yang meminta agar kedua terdakwa segera ditahan.

Menurut kuasa hukum pelapor, Sabar Ompo Singgu ada kekhawatiran jika terdakwa tidak segera ditahan.

“Kami khawatir apabila para tersangka ini tidak di tahan, akan mempengaruhi klien kami lagi,” ucapnya ditengah-tengah masa yang sedang melakukan aksi.

Menurutnya, hakim tidak perlu ragu untuk menahan terdakwa, karena sudah memenuhi unsur Objektif, maupun unsur subjektif.

“Unsur subjektif disini bahwa unsur permulaan disini adalah potensi untuk mempengaruhi klien kami ada,” katanya.

Ditambahkan, “Karena pernah klien kami dipengaruhi, dan ada sebagian yang sudah mencabut (gugatan) dan sebagian lagi tidak jadi dicabut.”

Sedangkan unsur objektif, menurutnya adalah karena ancaman dari perkara tersebut diatas 5 tahun penjara. “Yakni 10 tahun dan dendanya 1 milliar, Sesuai dengan uu 20 tahun 2003,” paparnya.

Untuk dia mengungkapkan kekecewaan, dengan tidak adanya penahanan terhadap terdakwa yang sudah memakan korban hingga ratusan orang.

“Korbannya 654, yang melapor ada tiga perwakilan, yang lain menyusul,” ungkapnya.

Sebagai informasi, dalam dakwaan JPU dijelaskan bahwa sejak tahun 1987 terdakwa Matheus Mangentang. STH mendirikan STT SETIA.

Antara tahun 2003 sampai dengan tahun 2009 telah menyelenggarakan Program Pendidikan PGSD dan telah meluluskan 654 mehasiswa yang diantaranya adalah : saksi SlNTA TOLES MY . saksi PAULUS MOOY. saksi SUSANA KALLI, saksi MARTINUS KIKI, saksi KATARINA LUNNADOMINGGUS ROGA sebagai bukti kelulusan diberikan ijazah Diploma ll. Akta Il. Transkip Nilai dengan Gelar Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) yang ditandatangani oleh kedua terdakwa

Setelah para saksi korban menerima ijazah tersebut dan para saksi korban menggunakannya untuk melamar pekerjaan sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) diketahui ijazah tersebut tidak dapat digunakan karena tidak terdaftar di Kemenristek Dikti.

Berdasarkan keterangan dari Kemenristek Dikti bahwa Kemenristek Dikti belum pernah memberikan ijin Penyelenggaraan Program Pendidikan Guru Sekolah dasar (PGSD) kepada Sekolah Tinggi Theologia Injili Arastamar.

Perbuatan para Terdakwa sebagaimana tersebut diatas diatur dan diancam pidana dalam Pasal 67 Ayat (1 ) Undang-undang Republik Indonesia No. 20 tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan nasional Jo Pasal 55 Ayat (1) ke 1 KUHP.

(Eky)

Check Also

Seiring Dengan Nafas Reuni, Kharisma ’98 Kembali Ber-Empati ke Yayasan Yatim Piatu 

Jakarta, sketsindonews – Kharisma ’98 terus berupaya menjalin kebersamaan dan menjalin silaturahim antar sesama yang …

Watch Dragon ball super