Home / Artikel / Isran Noor Pasang Badan Lawan Gugatan Asing Senilai 27 Triliun

Isran Noor Pasang Badan Lawan Gugatan Asing Senilai 27 Triliun

Kaltim, sketsindonews – Isran Noor yang maju dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kalimantan Timur (Kaltim) 2018 pernah digugat oleh perusahaan asing Churchill Mining Plc, karena kebijakannya mencabut Izin Kuasa Pertambangan (KP) perusahaan asing itu di Kabupaten Kutai Timur, Kaltim.

Gugatan arbitrase Churchill Mining Plc itu dilayangkan terhadap Pemerintah Indonesia ke International Centre for Settlement of Invesment Dispute, Washington, Amerika Serikat pada 2012 silam.

Isran Noor yang saat itu menjabat sebagai Bupati Kutai Timur pasang badan menghadapi gugatan itu karena ia yakin sudah menjalankan peraturan sebagaimana mestinya. Dan peristiwa heroik ini menurut pengamat Kaltim Centre of Policy Studies (KCPS) Denny B merupakan wujud komitmen Isran Noor dalam mempertahankan kedaulatan negara.

“Tagline Kalimantan Berdaulat yang diusung Isran Noor itu sudah tepat. Karena ia buktikan salah satunya ketika menghadapi gugatan perusahaan Churchill Mining itu. Beliau berani karena benar, mengeluarkan kebijakan mencabut izin perusahaan itu sudah sesuai aturan,” kata Denny pada keterangannya (22/6/2018).

Denny menambahkan pula kebijakan yang benar itu, akhirnya terbukti juga, Pemerintah Indonesia memenangkan gugatan. Rekam jejak Isran Noor ini, lanjutnya, juga dapat menjadi pertimbangan dalam menentukan pilihan pada Pilkada nanti.

“Gugatan yang dilayangkan Churchill kan tidaklah main-main, sebesar 26,8 Triliun. Pak Isran merupakan pemimpin tegas dan bertanggung jawab yang mementingkan kepentingan negara dan masyarakat di atas kepentingan pribadi. Saya rasa sosok seperti ini yang dicari oleh warga Kaltim” tutupnya.

Dalam beberapa kesempatan, Isran bercerita bagaimana khawatirnya Isran saat menghadapi gugatan tersebut. Meskipun jikalau kalah, uang negara yang bakal mengganti, tetap saja kalah bukan jadi opsi Isran dalam perlawanan gugatan. Isran ikut dicatut namanya sebagai tergugat pula oleh Churchill Mining.

“Saya sempat tak bisa tidur. Wajar saja saya khawatir. Saya ini manusia biasa juga. Biarpun ini uang negara, dimana saya taruh muka. Saya ini yang mencabut. Saya juga yang bertanggung jawab juga kalah. Itu yang saya pikirkan,” katanya.

Isran mengakui yang ia jalankan sesuai dengan UU pemerintah sehingga ia yakin akan memenangkan gugatan tersebut.

“Saya yakin, apa yang saya lakukan dan yang dilaksanakan Pemkab Kutim (saat itu) sudah sesuai aturan-aturan pemerintah. Tidak juga melanggar aturan bilateral investment treaty yang ditandatangani Indonesia dengan Inggris, maupun antara pemerintah Indonesia dengan Australia,” ucapnya.

(Red)

Check Also

Anies Baswedan Akan Tinjau Kampung Warna Warni, Sekaligus Penandatangan Kerjasama Pemrov DKI Dengan Dulux Paint

Jakarta, sketsindonews – Persiapan kampung dalam ramgka sukses Asian Games terus di lakukan 2 Kelurahan …

Watch Dragon ball super