Isu 5000 Senjata Ilegal, Wisatawan Tiongkok Hingga Kebangkitan PKI

Jakarta, sketsindonews – Sekretaris Dewan Pakar DPP Partai Golkar Firman Soebagyo angkat suara terkait berita yang disinyalir disampaikan oleh Panglima TNI jendral Gatot Nurmantyo tentang adanya pihak-pihak tertentu yang merencanakan memasukan 5000 pucuk senjata api secara ilegal ke tanah air.

Pernyataan Gatot itu menjadi viral di media sosial (medsos). Pernyataan berdurasi 4.10 menit itu disinyalir diambil saat pertemuan silahturohmi para petinggi TNI AD yang juga dihadiri oleh Menko Polhukam Wiranto dan Mantan Wakil Presiden Trisutrisno baru-baru ini di Jakarta

“Yang lebih mengejukan lagi adalah adanya jendral aktif yang turut serta membantu dan menskenariokan masuknya senjata ilegal dan yang juga membawa bawa nama Presiden RI (Joko Widodo, red),” kata Firman seperti dikutip dari lintasparlemen.com, Jakarta, Sabtu (23/9/2017).

Oleh karena itu, Wakil Ketua Baleg DPR RI itu, mengaskan agar semua pihak yang bertanggung jawab atas pertahanan dan keamanan negara ini untuk segera mengambil langkah tegas agar jangan sampai terjadi hal yang tak diinginkan, bisa mengancam kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Disamping itu Firman juga meminta agar pemerintah untuk mengevaluasi kembali terhadap kebijakan pemberian bebas visa kepada beberapa negara khususnya negara Tiongkok dengan dalih untuk menarik arus wisata asing ke dalam negeri.

“Yang jelas-jelas berdasarkan evaluasi tidak ada dampak positifnya bagi penerimaan pada negara secara signifikan, dan justru sebaliknya warga Tiongkok yang datang ke Indonesia membuat resah warga masyarakat dan beberapa pemerintah daerah. Karena banyaknya turis haram dari Tiongkok tersebut yang telah banyak melakukan pelanggaran hukum diberbagai tindak kejahatan,” jelas Firman.

Selain itu, politisi asal Pati itu juga
menyampaikan rasa keprihatinan yang sangat mendalam dan mengingatkan pemerintah agar tidak menganggap sepele terhadap isu bangkitnya kembali bahaya laten komunis di tanah air tercinta ini.

Alasan itu, Ia meminta Presiden Jokowi mengambil langkah konkrit untuk mengatasi sejumlah persoalan kebangkitan PKI yang timbul di masyarakat.

Jika dibiarkan, usul Firman, isu-isu tersebut bisa membesar tanpa ada upaya menyelesaikannya.

“Hendaknya Pemerintah jangan melihat dengan sebelah mata isu-isu ini. Dan Presiden harus segera memanggil PABGAB, BIN dan BAIS untuk diminta penjelasan dan klarifikasi atas beredarnya rilis tersebut dan upaya konkrit yang harus dilakukan agar renana penyelundupan senjata ini dari dini dapat dicegah. Karena sudah membuat resah masyarakat,” papar Firman.

“Dan klarifikasi ini sangat penting dilakukan agar dengan munculnya berita ini tidak semakin meningkatkan rasa kebencian masyarakat terhadap pendatang dari Tiongkok yang juga perilakunya sudah menimbulkan keresahan masyarakat. Kalau tidak segera ada upaya pencegahan ini akan bisa menimbulkan konflik yang dipicu rasa kebencian dan perilaku pendatang haram dari Tiongkok ini,” jelasnya.

(Lintasparlemen)