Back

Media Terpercaya

Jaksa Sebut Terdakwa Hanya “PHP”

Jakarta, sketsindonews – Persidangan
kasus dugaan penipuan dan penggelapan dengan terdakwa Suradi Gunadi, terkait transaksi jual beli proyektor di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, memasuki tahap pembacaan replik dari Jaksa Penuntut Umum (JPU), Tolhas B Hutagalung.

Pembacaan replik tersebut berlangsung di ruang Chandra 3 PN Jakpus, Senin (17/02/20) sore.

Dalam repliknya JPU menyatakan mengenai saksi ahli Sahrial Syahdani yang tidak bisa dihadirkan namun dalam keterangan BAP saksi Sahrial Syahdani menyatakan bahwa pihak PT Epson tidak bisa melanjutkan kerjasama dengan pihak perusahaan 3D lantaran tidak membayar pembelian barang yang sudah dipesan.

“Mengenai saksi Ahli Sahrial Syahdani yang tidak bisa kita hadirkan dan menggantinya dengan saksi lain itu sah-sah saja karna sudah diatur didalam KUHAP,” kata Tolhas dalam pembacaan repliknya.

Tolhas menambahkan, dalam rapat pemengang saham dalam PT GMT telah terjadi perubahan kepengurusan yang sebelumnya dipimpin oleh Ali Said Mahanes digantikan oleh Lianny Pandoko.

Menurutnya, dalam persidangan para saksi yang telah diperiksa menyatakan terdakwa Suradi hanya melakukan pembayaran sebesar Rp 50 juta ditambah dengan Rp 55 juta dan sisanya hanya janji-janji saja.

Jaksa Tolhas juga menjelaskan mengenai saksi ahli, pihak penuntut umum telah menghubungi, namun dikarenakan ahli sedang ada kesibukan diluar kota, jadi tidak bisa dihadirkan kedalam persidangan.

“Kami telah menghubungi saksi ahli untuk bisa hadir dan memberikan pendapatnya sidang ini, namun karna kesibukan dan ahli sedang berada diluar kota, sehingga tidak dapat dihadirkan dalam persidangan ini,” beber Tolhas

Ia juga menjelaskan, kalau surat peringatan atau somasi sudah dua kali dikirim pada tahun 2017 kepada terdakwa, namun karna tidak ada keterangan dari terdakwa Suradi maka saksi Yani Pandoko menempuh jalur hukum dan melaporkan permasalahan ini ke Polda Metro Jaya.

“Dengan nilai kerugian kurang lebih Rp 11 Miliar dan ada ditemukan tagihan lain sehingga kerugian keseluruhan yang dialami PT GMT sekitar Rp 12,5 Miliar,” kata Tolhas.

Dalam persidangan juga terungkap, bawah jual beli proyektor yang dilakukan oleh terdakwa Suradi Ginadi dan PT GMT dimulai sejak tahun 2012 sampai 2017. “Dan terdakwa Suradi melakukan pembayaran diluar waktu kesepakatan dan tidak ada keterangan saat ditagih untuk melakukan pembayaran, serta mengulur-nguluk waktu terus,” ungkap Tolhas.

Untuk diketahui pada persidang sebelumnya, terdakwa Suradi Gunadi telah dituntut oleh jaksa Tolhas selama 3 tanun 6 bulan penjara, dan terbukti melakukan tidak pidana penggelapan. “Menjatuhkan tuntutan pidana kepada terdakwa Suradi Gunadi, selama 3 tahun 6 bulan penjara karna telah melakukan tidak pidana pengelapan sebagaimana diatur dalam pasal 372 KUHP,” kata Tolhas saat membacakan surat tuntutannya, Senin 10 Februari 2020.

(Sofyan Hadi)

About the Author /

Pimpinan Perusahaan SketsIndo Juni 2016.