Home / Berita / Jaksa Tolak Esepsi Dokter Ryan Helmy
Pengadilan Negeri Jakarta Timur (Dok. sketsindonews.com)

Jaksa Tolak Esepsi Dokter Ryan Helmy

Jakarta, sketsindonews – Jaksa penuntut umum (JPU) dari Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta tolak Eksepsi terdakwa Ryan Helmy di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, pada hari Kamis, (12/4).

Helmy berprofesi sebagai dokter adalah pelaku penembakan dokter Letty Sultri (46) di klinik Azzahra di Cawang, Jaktim hingga meregang nyawa.

Beberapa syarat materil dibacakan oleh Rianiuly Nareta selaku Jaksa tunggal diruang sidang dan pasal berlapis diutarakan pula atas tindak pidana terdakwa Helmy.

“Syarat materil yaitu, Uraian mengenai tindak pidana yang didakwakan secara cermat,jelas dan lengkap dalam kaitannya dengan syarat materil dakwaan penuntut umum dalah Dakwaan melanggar pasal 340 KUHP, Pasal 338 KUHP dan Pasal 1 ayat (1) Undang-undang darurat Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 1951, dimana materi dakwaan dari alinea satu ke alinea yang lain telah disusun secara sistematis, klonologis, terang, lengkap dan jelas dengan menyebutkan unsur-unsur pidana yang didakwakan, fakta-fakta dan keadaan serta cara perbuatan yang dilakukan oleh Terdakwa,” terang Rianiuly.

“Locus delictie dan tempos delictie yang uraiannya secara kronologis dijelaskan dari hari, tanggal, bulan dan tahun perbuatan yang dilakukan oleh terdakwa Ryan Helmy alias Helmy,” imbuh jaksa wanita itu.

Jaksa penuntut umum itu juga menguraikan surat dakwaan serta argumentasi Penasehat hukum Helmy tidak memenuhi alasan yang cukup dalam pengajuan Eksepsi.

“Bahwa surat dakwaan penuntut umum yang telah dibacakan dalam persidangan terdahulu sudah berisi secara cermat, jelas dan lengkap mengenai tindak pidana yang didakwakan sesuai Pasal 143 ayat (2)KUHP,” sebutnya.

“Eksepsi atau keberatan yang diajukan oleh Kuasa hukum Terdakwa dengan segala argumentasinya yang dikemukakan ternyata tidak dapat menunjukkan alasan-alasan yang kuat untuk menyatakan bahwa penuntut umum tidak dapat diterima atau batal demi hukum,” lanjutnya.

“Bahwa Kuasa Hukum terdakwa jelas mengetahui dan sadar, pemeriksaan terhadap materi perkara belum dilaksanakan dalam persidangan ini sehingga kami menganggap bahwa alasan yang dikemukakan Kuasa hukum terdakwa diatas tidak cukup alasan dalam pengajuan Eksepsi,” tambahnya.

Lanjutnya, sehubungan dengan kesimpulan tersebut diatas kami selaku Penuntut umum dalam perkara ini berpendapat, bahwa Eksepsi atau keberatan Penasehat hukum terdakwa tersebut tidak cukup beralasan, oleh karenanya eksepsi atau keberatan tersebut harus dikesampingkan dan harus ditolak.

Untuk itu, sebut jaksa kami memohon kepada Majelis hakim yang mulia untuk menyatakan.

“Menyatakan nota keberatan (Eksepsi) dari penasehat hukum Terdakwa Ryan Helmy alias Helmy ditolak atau tidak diterima,” jelasnya yang pertama.

“Menyatakan surat Dakwaan Penuntut Umum dalam perkara atas nama terdakwa Ryan Helmy alias Helmy telah memenuhi syarat formil dan materil sesuai ketentuan Pasal 143 ayat (2) huruf a dan huruf b KUHAP,” kedua.

“Menyatakan menerima Surat Dakwaan Penuntut Umum yang telah dibacakan dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Timur pada sidang terdahulu dalam perkara atas nama Terdakwa Ryan Helmy alias Helmy,”ketiga.

“Melanjutkan pemeriksaan materi pokok perkara tindak pidana sesuai dengan Dakwaan Penuntut atas nama terdakwa Ryan Helmy alias Helmy,” keempat bebernya.

Sementara Ketua majelis hakim PN Jaktim, mengahiri sidang usai penolakan Eksepsi yang dibacakan oleh Jaksa penuntut dan akan melanjutkan kembali pekan depan.

“Kita undur hingga hari Selasa. Oke demikian saudara terdakwa (Helmy) ya. Demikian sidang saya tutup,” kata Puji Haryana.

(Dw)

Check Also

Anang Serukan Elit Cooling Down Saat Asian Games

Jakarta, sketsindonews – Asian Games yang bakal digelar pada 18 Agustus 2018 di Jakarta dan …

Watch Dragon ball super