Home / Artikel / Jalan Kwista Galur Disulap Menjadi Kampung Warna Warni, Non APBD Non CSR

Jalan Kwista Galur Disulap Menjadi Kampung Warna Warni, Non APBD Non CSR

Jakarta, Sketsindonews – Sepanjang 300 M gang hunian padat di jalan Kwista I Kelurahan Galur Kecamatan Johar Baru pertama di Kota Jakarta Pusat di sulap oleh gerakan partisipasi warga lingkungan menjadi estalase seni yang menarik untuk di lihat, kini disebut kampung “warna – warni”.

Sejak tahun 2014 partisipasi warga ingin merubah kampung sudah terlihat hingga warga sepakat target estetika kawasan “grafiti villages” harus menjadi nyata, ujar Lurah Galur Fajar Laksono saat bincang dilokasi kampung warna – warni.

“Nuansa model grafiti dengan lukisan 3 dimensi yang jumlahnya hampir 60 fiture gambar yang berbeda semuanya mengandung makna kesan edukasi bagi yang melihat kampung warna warni.”

kampung warna. kwista.galur.doc

Sebanyak 40 kaleng cat warna ukuran 25 Kg dalam menata kampung (mowelex, nippon, vinelex) telah dihabiskan hasil dari kreatif warga lingkungan secara partisipatif.

Apa Kata Warga

“Ini non APBD dan Non CSR budget bedah estalase kampung warna – warni.” ujar Aseli warga sekitar.

“Ide ini tercetus dalam gerakan masyarakat setelah Gubernur DKI Anies Baswedan pencanangkan keinginan kampung pelangi selain menata dinding dengan beragam warna (grafiti) , mereka juga menata ruang kosong di depan rumah untuk menaruh tanaman-tanaman hias selain tanaman obat”

Aseli (53) sosok inisiator warga sekaligus pengelola gang hijau dan satu warga pencetus kampung warna-warni mengatakan bila konsep tersebut dirancang sejak tahun 2014 dengan menata tanaman, ide kampung warna-warna dicetuskan lebih dulu olehnya.

“Mulainya dari tahun 2014, waktu itu warga berembuk mau bikin RW 04 jadi bagus. Jadi akhirnya kita punya ide bikin kampung warna-warni seperti sekarang,” kata Aseli saat ditemui di lokasi, Rabu (18/4)

Awalnya biaya cat berasal dari swadaya masyarakat, kemudian pihak Kelurahan Galur mendukung rencana tersebut baru pada tahun 2017 secepatnya direalisasikan

Setelah itu, ia pun memulai konsep gang hijau dengan menaruh sejumlah tanaman hias di jalan sepanjang kurang lebih 300 meter. Memanfaatk ruang yang hanya sekitar 60 sentimeter, Gang Kweni pun kini terlihat asri.

“Sekarang sudah bagus, jadi kampung warna-warni, ada gang hijau sama, pemeliharaan ikan,” ujarnya.

Mengenai kendala pembuatan kampung warna-warni, Aseli mengatakan bila kendala awalnya adalah anak-anak warga kerap mencabuti daun-daun pohon yang sudah diambil.

“Kendalanya anak-anak kecil nyabutin daun-daun, kalau orangtuanya mah pada setuju semua. Untuk lukisnya kita swadaya warga, tapi pihak Kelurahan juga bantu,” lanjutnya.

Kini kampung padat hunian ini telah berubah dengan tampilan 3 dimensi hingga sangat lucu selain bersih dan bisa para pengunjung yang ingin melihat bisa berselfi dengan back ground edukasi gambar yang semuanya punya pesan moral.

reporter : inong

Check Also

Politisi Gerindra M. Taufik, LSM Harus Awasi Sektor Pendapatan DKI Yang Menguap

Jakarta, sketsindonews – Pihak DPRD dalam menyusunan anggaran APBD DKI Jakarta yang mencapai 89,09 Trilyun …

Watch Dragon ball super