Back

Media Terpercaya

Jika Akuntan Publik Harus Rekanan, Raja Nainggolan Tantang Hal Ini …

Jakarta, sketsindonews – Kantor Akuntan Publik (KAP) Raja Nainggolan tegaskan menolak adanya prakter rekanan dalam menjalankan profesi Akuntan.

“Saya terkait dengan praktek rekanan bank ini sangat-sangat tidak setuju,” tegas Raja Nainggolan, saat ditemui di Kantornya, Di Duren Sawit, Jakarta Timur, Rabu (15/7/20).

Bukan tanpa dasar, Raja memaparkan bahwa profesi akuntan diikat oleh Undang Undang No.5 Tahun 2011 terkait praktisi akuntan publik tidak ada harus atau tidak boleh terdapat keberpihakkan.

“Kita dikenal secara umum profesi akuntan publik yang dilindungi oleh Undang-Undang dalam artian independen,” terangnya.

“Jadi kalau rekanan ini, kita sudah ada keberpihakkan. Sudah ada kepentingan, kepentingan itu kelompok,” tambahnya.

Menanggapi Peraturan Bank Indonesia (PBI) yang menjadi dalih munculnya rekanan, Raja menegaskan bahwa hal tersebut juga tidak mengatur rekanan.

“Kalau bank katakan dia membuat kebijakan, sesuai dengan PBI itu oke. Tetapi di PBI tidak ada dikatakan yang mengaudit debitur wajib ada rekanan, tidak ada yang mengatur itu,” tegasnya.

Menemukan Fakta Mencengangkan

Lebih jauh, Raja yang memulai profesi akuntan hampir 2 tahun terakhir ini juga mengungkapkan fakta yang mencengangkan.

Bagaimana tidak, Raja yang harus melalui banyak proses untuk menjadi Akuntan justru disuguhkan praktek-praktek rekanan dari sebagian kecil pendahulunya.

“Setelah saya berkecimpung menjadi akuntan publik, kami yang muda muda melihat ada senior berebutan kue menjadi rekanan bank. Ya sudah pasti rebutan kue,” ungkapnya.

Seakan tidak berdaya, saat baru menjadi Akuntan, Raja dengan rekan yang masih baru lebih memilih diam.

“Kami yang junior melihat senior rebutan kue, biar saja. Kita mundur saja yang muda-muda ini,” katanya.

Menentukan Sikap

Sikap diam dan mengalah Raja dan Akuntan lain yang tetap menjaga idealisme tidak berlangsung lama.

Hal tersebut ditunjukkan dengan diadakannya video conference oleh Komite Profesi Akuntan Publik (KPAP) yang berada dibawah naungan Kementerian Keuangan (Kememkeu).

Diketahui Video Conference yang diikuti oleh Akuntan se-Indonesia tersebut membahas Permasalahan Akuntan Publik Dalam Daftar Rekanan Bank.

Jika Harus Rekanan

Dalam video conference tersebut, kata Raja sebagian besar menolak adanya rekanan bank.

Namun, Raja menyayangkan belum terwujudnya sikap tegas atau langkah dalam menindak praktek rekanan tersebut.

Ketika, ditanya, bagaimana jika praktek rekanan tidak dapat dihapuskan, secara tegas Raja mengatakan bahwa harus diberikan kesempatan yang sama kepada semua Akuntan.

“Untuk menjadi rekanan bank ujian lagi, kalau emang pengendalian banknya yang bilang demi menjaga kualitas maka ujian lagi kita,” ujarnya.

“Karena untuk menjadi akuntan publik tidak mengandalkan banyak duit,” tegasnya.

(Eky)

About the Author /

Pimpinan Perusahaan SketsIndo Juni 2016.