Home / Artikel / Jokowi – Anies di Pilpres 2019, Penghianatkah Anies Terhadap Prabowo

Jokowi – Anies di Pilpres 2019, Penghianatkah Anies Terhadap Prabowo

Jakarta, sketsindonews – Jelang Pilpres 2019 terus memanas tatkala pasangan Capres dan Cawapres menjadi bagian penting strategy pemenangan menuju tiket kekuasaan yakni menjadi Presiden dan Wakil Presiden.

Manuver telah di lakukan oleh SBY dalam pendekatan kepada partai Gerindra yang membuat PKS menjadi galau dan bersikukuh memberikan sejumlah kader internal menjadi cawapres Prabowo Subianto.

Sementara sketsindinews.com mencoba meminta pendapa Ketua Aliansi Masyarakat Jakarta (Amarta) M. Rico Sinaga terkait Anies Baswedan yang kini menjadi Gubernur DKI Jakarta, dari pertanyaan publik seandainya Jokowi di pasangkan dengan Anies Baswedan.

Sebagai penghianatkah Anies terhadap Prabowo Subianto. Kata Rico itu pertanyaan bukan buat saya, tanya Rico sebaliknya.

Kalo publik pun ada wacana politik seperti itu. Gubernur Anies telah memikirkan secara tajam, apa yang harus di lakukan oleh seorang Anies yang cerdas, pungkasnya. (4/8)

“Peristiwa politik yang ada merupakan kompromi kekuasaan menuju konsep Negara, yakni dengan cara dukungan dan menempatkan kader atau figure yang layak bagi rakyat.”

Kalo dikatakan penghianat seorang Anies itu kan bagian dari peristiwa politik. dari segi apa, sementara dirinya pun saat ini masih menjadi Gubernur DKI Jakarta.

Namun kata Rico, bicara Anies Baswedan merupakan sosok kalangan repsentasi dari intektual religius agamis yang mayoritas di Indonesia. Itu faktanya dari semua golongan repsentasi Muslim tentunya akan melihat itu.

Sdlain Anies itu orangnya sangat konsisten, integritasnya kuat, tapi untuk kepentingan yang lebih besar, kepentingan NKRI Anies pasti melakukan yang terbaik dan tepat, tandas M.Rico Sinaga,

Peristiwa pilikada DKI bagian dari pelajaran peristiwa politik sehingga nampak jelas bagi arah Indonesia kedepan yang lebih baik. Artinya banyak para elite dan parpol melakukan hasil peristiwa dan dukungan kemenangan politik untuk di analisa menjadi strategy pemenangan.

Bisa saja terjadi, kenapa tidak jika secara Nasional ada dukungan politik rakyat secara utuh termasuk analisa politik dan prediksi, ujar Rico.

Seandainya prediksi terjadi. Apakah itu dikatakan penghianatan seorang Anies jika deal politik bisa menjadi sebuah kompromi bagi kepentingan Nasional, sementara Anies pun bukan seorang kader partai Gerindra dari hasil kemenangan di pilikada DKI Jakarta.

Figure Presiden  Jokowi Nasionalis dan Anies religius –  agamis tentunya eskalasi politik akan menjadi teredam karena demi kepentingan Nasional.

Dan kita tidak bisa paksakan dasar Anies menjadi penghianat terhadap Prabowo Subianto.

Tambah Rico, bicara hutang politik jelas tidak ada, karena Wagub DKI Sandiaga Uno merupakan kader Gerindra yang selama ini mendampingi Anies Baswedan selaku Gubernur DKI Jskarta.

Pertarungan pilpres 2019 arahnya lebih kepada kepentingan Nasional, apalagi Anies pun sedang bekerja dalam agenda Nasional Jokowi, Jakarta menjadi tuan rumah Asian Games secara pysicologis politik publik melihat itu.

Komunikasi dengan Presiden Jokowi selaku Gubernur DKI tentunya sangat intensif kita tidak tahu, belum lagi dukungan parpol yang sudah dimainkan SBY sebuah langkah membangun strategy kekuasaan serta kompromi politik.

Tidak perlu galau juga Capres Prabowo menenfukan pilihan cawapres dalam pertarungan pilpres  nantinya sama kemungkinan Anies pun akan sama jelang last minute apa yang dilakukan Presidsn Jokowi.

reporter : nanorame

Check Also

Kisruh : Dinas UMKM DKI Hambat Kemajuan Kosti Jaya

Jakarta, sketsindonews – Manajemen perusahaan angkutan taksi Kosti Jaya merasa dirugikan dan diperlakukan tidak adil …

Watch Dragon ball super