Home / Artikel / Jual Obat Kuat Kok di Pinggir Jalan Tak di Gubris, Pemprov DKI Emang Baik

Jual Obat Kuat Kok di Pinggir Jalan Tak di Gubris, Pemprov DKI Emang Baik

Jakarta, sketsindonews – Bagaimana tidak complain warga kalo fasilitaa umum jalan sekunder lintas kendaraan terus dibuat penyempitan bahkan bikin macet bagi pengguna jalan, ujar Sodik salah satu karyawan yang melintas di Jalan Samahundi dan Jalan Mangga Besar Raya.

Dirinya mendesak Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Anies-Sandi segera menertibkan Pedagang Kaki Lima (PKL) obat kuat yang bertengger di bahu Jalan di dua lokasi tersebut yang kerap bikin macet.

Satpol PP mana, itu jelas dengan keberadaan gerobak memakan space jalan hingga kami sebagai pengguna jalan harus lebih hati – hati, tukasnya.

Pasalnya, saat ini Satpol PP dinilai dalam kerjanya tidak punya prioritas jalan mana yang steril bagi kepentingan publik, apalagi menggunakan gerobak dengan ukuran makan tempat.

Selain menggangu aktivitas pengguna jalan, pedagang obat belum tentu legal dalam pemenuhan standarisasi laik obat untuk di konsumsi umum, namanya obat kuat illegal, tambah Sodik.

Pantauan sketsindonews. com di lapangan puluhan pedagang gerobak “obat kuat” menggelar lapak sejak pukul 16.00 sore hingga pagi hari, itu tidak sedikit mereka melakukan aktifitas dagangan hingga tidak digubris pemprov DKI Jakarta.

Menyikapi ini Direktur Lembaga Pemantau Penyimpangan Aparatur Daerah (LP2AD), Victor Irianto Napitupulu mengatakan, sudah saatnya Gubernur Anies-Sandi membuka mata dan telinga dan mendenger keluhaan warganya.

“Keluhan masyarakat hanya sederhana bagaimana warganya bahagia, apa yang dicanangkan dalam semboyan labelnya dalam memberikan kenyamanan kepentingan umum.

Ssmentara keberadaan pedagang tersebut menggelar lapak di daerah terlarang yang menggangu kenyamanan, tentunya tidak membuat warganya bahagia secara umum, tapi aturan itu kalah tidak konsistensi dalam menjalankan amanat warganya atau aturan yang sudah dibuat, jelas Victor (30/11)

Ia menilai, upaya tindakan preventif terhadap PKL yang melanggar belum terlihat. “Sejauh ini upaya dalam menciptakan tertib PKL belum terlihat dilakukan pemprov DKI.

Contohnya, Bulan Bhakti Trotoar (BTT) yang hingga saat ini PKL yang menempati trotoar yang sudah jadi bukan buat pemgguna jalan tapi membuat para PKL tersenyum bahagia.

“Gwe dibikinin tempat bagus oleh Pemprov DKI, bahagia juga gwe selaku pedagang. ”

Apalagi telah dibuat ratusan KM trotoar ujungnya bisa buat mangkal gerobak”, kan seperti itu stigma yang ada dibenak mereka, tutup Victor.

reporter : nanorame

 

Check Also

Rabu Tertib : Pemuda “Cogan” Stress Meronta Diangkut Petugas, 9 Gelandangan Warga Daerah

Jakarta, sketsindonews – Gelandangan, pedagang asongan dan anak terlantar dalam giat Rabu Tertib Kecamatan Sawah …

Watch Dragon ball super