Back

Media Terpercaya

Kajari Tobasa Sambangi Korban Pelecehan Seksual

Jakarta, sketsindonews – Tragedi kejahatan terhadap kemanusiaan terjadi di Kabupaten Toba Samosir belum lama ini.

Betapa tidak, dua anak dibawah umur yakni AS berusia 7 tahun dan LS berumur 9 tahun menjadi korban kebiadaban yang dilakukan oleh ayah kandungnya sendiri berinisial LDR, di Dusun Pangaloan, Sionggang, Lumban Julu, Kabupaten Tobasa, Sumatra Utara.

Saat ini kondisi AS dan LS sangat memprihatinkan, pasca peristiwa kelabu yang dialami. Keduannya terlihat tampak syok.

Mendengar kabar itu, Kepala Kejaksaan Negeri Tobasa Dr Robinson Sitorus SH MH MM bersama Kasi Intel Tobasa Gilbert, Camat Lumban Juru Mangara. Segera menyambangi kediaman ibu DS yang merupakan orangtua dari AS dan LS.

Bertempat di Kantor Kepala Desa Sionggag Selatan Lumban Juru, Kabupaten Toba. Pemimpin Kejaksaan Tobasa, Robinson turut berempati dengan memberikan perhatian sosial kepada anak DS.

Kajari Tobasa, Robinson Sitorus kepada pewarta mengatakan, pemberian itu bertujuan untuk meringankan beban secara psikis dan psikologis dari trauma yang dialami kedua bocah yang masih duduk di bangku sekolah dasar.

“Kami dari Kejaksaan Negeri Tobasa didampingi camat dan kepala desa. Hadir di desa ini sebagai bentuk prihatin atas miusibah yang dialami satu keluarga,” ucapnya, Sabtu (19/9/20) siang.

Ia menerangkan kasus pidana pelecehan seksual yang dialami AS dan LS. Adalah bentuk kejahatan atas kemanusiaan.

“Yang dimana kasus tindak pidana peleceham seksual dilakukan langsung oleh ayahnya sendiri,” terang dia.

Oleh sebab itu ucap Robinson, pihaknya sebagai lembaga penegak hukum merasa prihatin dan akan memproses hukum tanpa pandang bulu kepada pelaku kejahatan itu.

Di tempat yang sama kepala desa setempat, Luhut Manurung akan turut memberikan perlindungan kepada pihak korban pelecehan seksual. Sebab kata Manurung, warga sempat marah atas prilaku LDR terhadap kedua anaknya tersebut.

“Kami juga sangat-sangat prihatin dan kecewa dengan sikap tersangka itu. Beruntung masyarakat paham atas penjelasan kami, sehingga amarah warga untuk mengusir korban dapat diiurungkan,” tandas Manurung.

(Sofyan Hadi)

About the Author /

Pimpinan Perusahaan SketsIndo Juni 2016.