Home / Artikel / Kalahkan Kejahatan Dengan Kasih Tuhan
Foto ilustrasi. (Dok. Morelord)

Kalahkan Kejahatan Dengan Kasih Tuhan

Roma 12: 9-21

Renungan, sketsindonews – Kasih ini mesti dimulai dari dalam dulu, karena, tidak mungkin, yang menghormati kita ketika memberi nasehat jika hidup kita tidak diuji lebih dulu. Apalagi, jemaat Roma saat itu dikelilingi oleh masyarakat yang tidak menyukai mereka.

Cara supaya mereka bisa menjadi saksi kebangkitan hanyalah dengan memberitakan bahwa Injil sungguh mengubahkan hidup mereka menjadi lebih manis dan indah, bukan sebaliknya.

Kasih, itu ya jangan pura-pura! Supaya tidak diapa-apain orang. Gereja mau berbagi dan memberi ini dan itu karena memang mau belajar terbuka dan menerima.

Maka, memberinya jangan dengan sungut-sungut dan meremehkan. Kebanyakan yang dilakukan orang sekarang bukan lain memberi karena supaya orang tahu dan memberi dengan tulus.

Jauhi yang jahat dan lakukan yang baik Itu adalah prinsip jika ingin dihormati oleh orang lain. Serta saling mengasihi sebagai saudara.

Ada, orang Kristen yang ramah pada orang di luar rumah, tapi dengan saudara sendiri bertengkar tidak selesai-selesai. Ada yang berebut harta dan lain-lain.

Paulus justru meminta agar orang percaya saling mendahului dalam memberi hormat dan menghargai orang lain.

Memang kita punya ego dan kadang ego kita yang membuat kita enggan menghormati orang lain. Semestinya, susah dan senang kita tetap menghormati dan melakukannya pada orang lain.

Bersukacita dalam harapan, sabar dalam kesesakan dan bertekun dalam doa.

Tiga hal ini membuat kita selalu tekun dan sabar untuk memikul salib kita (misere=derita) kita sebagai anak-anak Tuhan.

Memberkati orang menganiaya kita, bersolidaritas dengan situasi orang-orang yang kesusahan dan bersikap rendah hati. Semua hal ini juga membuat kita akan mudah diterima dan disukai meski kenyataanya tetap tidak mudah menjadi komunitas yang disukai.

Untuk tidak membalas kejahatan dengan kejahatan memang tidak mudah. Semua di sekitar kita akan sibuk mencari cara untuk membalaskan sakit hatinya tapi kita tidak akan hidup bahagia jika tidak memaafkan.

Hidup yang menerima dan mengasihi; mengampuni dan memaafkan merupakan buah manis yang membuat kita diterima dengan baik oleh lingkungan kita. Memang tidak mudah tapi jika memang mau dilakukan hal berat ini akan membuat hidup kekristenan kita diresapi dalam kebahagiaan meski jalan Kristus penuh dengan liku.

Tunjukkan dulu, kedewasaan iman kita kepada sesama orang percaya, lalu lakukan itu pada masyarakat, maka kita akan membuat Tuhan senang. Amen

(HKBP Ujung Menteng)

Check Also

Fokus Bangun Ekonomi Kerakyatan, Milasari Siap Tingkatkan Jumlah Lapangan Pekerjaan

Jateng, sketsindonews – Caleg DPR RI No. Urut 1 Dapil 6 Jateng dari Partai Berkarya …

Watch Dragon ball super