Kampung Tugu Kaladi Jawa Barat Perlu Sentuhan Pemerintah Serta Donasi Membangun Kualitas Pendidikan Lokal

Sukabumi, Warga Kampung Kaladi II Tugu Bandung Sukabumi Jawa Barat yang berjumlah hampir 6.000 ribu KK saat ini tingkat penghasilan penduduk dari sektor pertanian hingga saat perlu membutuhkan sentuhan pemerintah baik sarana pendidikan formal, non formal serta perbaikan jalan ekonomi warga memperlancar akses distribusi.

Dalam pendidikan lokal masyarakat sketsindonews menyusuri Yayasan Pendidikan Nurussalam salah satu sarana pendidikan yang dibangun oleh warga setempat saat ini menjadi salah satu gerakan memperdayaan warga dan pendidikan usia dini dan umum.

Yayasan Pendidikan Nurussalam telah berdiri dan beroperasi 10 tahun lalu, namun karena kendala SK Badan Hukum secara resmi Menkumham baru tahun 2019 ini dapat di realisasikan, ujar pengurus Yayasan Nurussalam Hilman S.Ag saat bincang dengan sketsindonews. (11/8).

Pendidikan Rodahtul Atfal (RA) Kaladi yang terletak di RT 02 – RW 06 Desa Tugu Bandung Kecamatan Kebandungan Sukabum hingga saat ini hanya memiliki 3 ruangan dalam menjalankan proses belajar mengajar karena keterbatasan pembangunan sarana lain tempat wadah interaksi belajar peserta didik, ujarnya.

“Kami jalankan fungsi ini secara bergantian pagi siswa RA Dan siang DTA (Diniyah Awaliyah) serta satu ruangan terbuka bagi kepentingan sarana umat baik majelis taklim warga sekitar serta para calon santri lain untuk menuntut ilmu.”

Hilman juga menuturkan, lahan seluas hampir 2.000 Meter dengan jumlah siswa madrasah sebanyak 117 santri dan TK/RA mencapai 43 siswa tentunya perlu ruang yang standar pemenuhan dengan capaian hampir 6 ruang klas, tambah dia.

Selain itu Yayasan juga mendidik santri anak- anak dan remaja sebanyak 160 santri yang ada di wilayah sehingga perlu satu dana pendidikan operasional yang cukup, papar Hilman.

Perlu Bantuan Pemerintah dan Donasi

Menyikapi ini dengan tingkat permasalahan yang ada pihak pengelola Yayasan Nurussalam tentunya telah terus mengembangkan metode pengajaran sesuai kurikulum penyesuaian bidang pembelajaran keagamaan dan pendidikan umum.

Sebanyak 12 orang guru tenaga pengajar setiap hatinya melakukan pembinaan dalam kegiatan sosial ksmasyarakatan (bhkati sosial) giat pengajian, serta bantuan lain bagi warga lokal.

Ust.Hilman.S.Ag Yayasan Nurussalam Kampung Tugu

“Pihaknya juga melakukan bedah rumah milik warga yang mau roboh dan setiap tahunnya melakukan bantuan bagi para lansia serta anak Yatim Piatu,” jelas Hilman.

Lanjut Hilman, kami dari pemerintah sslama.ini hanya mendapat bantuan operasional sekokah RA (Bora) Yang pertahun senilai 12 Juta rupiah serta Bazis pemerintah Pemkab Sukabumi sesuai akredetasi senilai 1.800 rupiah total jumlah siswa.

Kedua, kami pernah menerima bantuan dana PNPM pemerintah Pusat pada tahun 2010 serta bantuan IDT senilai 25 juta untuk membangun sarana perbaikan pendidikan.

Dengan segala aktifitas tinggi serta sarana yang terbatas ini sebenarnya juga bisa dapat di selesaikan jika pemerintah dalam hal ini Gubernur Jawa Barat secara partisipatif memantau sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan watga Kampung Tugu.

Berkaitan bantuan pendidikan dalam perluasan area lahan yang ada sangat mumpuni selain pihak para donasi luar sungguh sangat dinantikan oleh kami secara terbuka dengan penuh harap, tutur Hilman.

nanorame