Home / Berita / Dua Karyawan Perusahaan Saos Dipecat Tanpa Terima Hak
Dua karyawan PT. Bersama Olah Boga, saat akan menemui Pimpinan perusahaan untuk mempertanyakan nasibnya, Senin (17/7).

Dua Karyawan Perusahaan Saos Dipecat Tanpa Terima Hak

Jakarta, sketsindonews – Merasa tidak dihargai, Karyawan PT. Bersama Olah Boga, Rosneli minta kejelasan kepada Pimpinan perusahaan.

Sebelumnya, pada Hari Minggu 16 Juli 2017, Neli dipanggil oleh pimpinan perusahaan untuk datang ke kantor yang terletak di Jalan Serdang Baru No.32, Kemayoran, Jakarta Pusat.

Bukan berita baik, Neli justru di berhentikan dari pekerjaan, tanpa diberikan pesangon dan untuk surat ketetangan kerja juga dikatakan tidak akan diberikan.

Menurut Neli, semua berawal saat dia menerima pembayaran dari customer dengan nominal sekitar 3 juta rupiah. “Saya dititipin uang 3 juta, pas tanggal 5 kemarin (5 Juli 2017), tapi saya taro di laci,” terang Neli, saat ditemui, setelah keluar dari perusahaan tersebut, Senin (17/7).

Diceritakan, bahwa uang pembayaran tersebut disimpan dilaci meja, karena pimpinan sedang berada di Jepang. “Berangkatnya tanggal 4 (sehari sebelum pembayaran-red),” paparnya.

Selanjutnya, saat pimpinan pulang pada tanggal 12 Juli 2017, Lina lupa memberitahu bahwa ada pembayaran dan uangnya disimpan dilaci meja. Hingga ada seorang sales memberitahu kepimpinan bahwa telah ada pembayaran pada 5 Juli 2017.

“Saya benar-benar lupa, makanya pas ditanya, saya baru ingat. Trus saya buka laci dan uangnya ada dilaci tidak kurang sama sekali,” jelasnya.

Namun yang disayangkan, menurut Neli, kenapa dia harus diberhentikan, padahal dia sudah bekerja di perusahaan tersebut selama kurang lebih 5 tahun.

“Bukan hanya itu, rekan saya juga ikut diberhentikan, padahal ga ada salah apa-apa hanya karena dia masih saudara saya,” tandasnya.

Sementara, saat dihampiri, Senin (17/7) untuk meminta kejelasan, Neli mengungkapkan bahwa mereka justru tidak diterima baik-baik dan diminta keluar.

Status Tak Jelas

Hal menarik dari cerita Neli adalah ketidakjelasan status sebagai karyawan di perusahaan yang bergerak di pembuatan saos tersebut.

“Saya udah kerja kurang lebih 5 tahun, sekitar setahun pertama saya di tempatkan di pabriknya di Cilengsi, lalu 4 tahun selanjutnya saya baru ditempatkan disini (Kantor yang berada Jalan Serdang-red), tapi ga jelas (Karyawan tetap atau kontrak-red),” jelasnya.

Tidak hanya itu, selama bekerja Neli tidak diberikan hak-hak sebagai karyawan umumnya, seperti jaminan kesehatan (BPJS) dan juga tidak mendapat gaji sesuai UMR.

“Selama ini saya di gaji dibawah UMR, sedangkan rekan saya bahkan dibawah 1 juta,” ungkapnya.

(Eky)

Check Also

Nurhasan Inisiasi Konflik Pembebasan Lahan Pelabuhan Patimban Menjadi Prioritas Nasional

Subang, sketsindonews – Rombongan kunjungan kerja spesifik dari komisi V DPR RI, didampingi oleh kementerian perhubungan, kementerian PU, dirjen perhubungan laut, dan lainnya sampai di Pelabuhan Patimban, Subang, Jumat (22/9), kedatangan mereka disambut langsung oleh PLT Bupati Subang.

Tujuan kunjungan spesifik ini yaitu memastikan berjalannya segala perangkat dalam pembangunan pelabuhan Patimban. Pelabuhan ini diharapkan dapat memberi support pada pelabuhan Tanjung Priok.

Kunjungan ini diinisiasi oleh anggota DPR RI di dapil tersebut, yaitu Nurhasan Zaidi. Ia menyebutkan pembangunan ini berpotensi meningkatkan perekonomian jangka panjang masyarakat Subang.

“Jelas meningkatkan ekonomi, namun hal penting dan tujuan saya pribadi datang kesini yaitu untuk menyelesaikan konflik pembebasan lahan,” ujarnya.

Masyarakat mengeluhkan harga pembebasan lahan yang kurang layak. “Saya anak petani disini merasa harga yang diajukan sangat murah,” kata salah satu warga.

Nurhasan menyepakati dan menanggapi bahwa harga Rp. 300 ribu itu tidak pantas ditukar dengan lahan disini yang sangat subur.

“Kami sepakat dengan modernitas, namun masyarakat harus tetap jadi prioritas, insya Allah kami akan perjuangkan sekuat tenaga” tambah politisi PKS ini.

Hasil dari kunjungan ini akan dibawa pada pembahasan terakhir di DPR, sebagai keputusan final. “Kunjungan ini saya inisiasi dan semoga masyarakat melihat keseriusan kami yang ingin menyelesaikanya,” tambah Nurhasan.

“Kami mengubah jadwal yang sebelumnya ke Lombok menjadi ke Patimban karena kami sudah jadikan ini sebagai prioritas nasional,” tutup Nurhasan.

(Red)

Terkait

Watch Dragon ball super