Home / Hukum dan Kriminal / Kasus Asabri, Pengacara SW Sebut MP Ikut Menikmati Hasil Korupsi

Kasus Asabri, Pengacara SW Sebut MP Ikut Menikmati Hasil Korupsi

Jakarta, sketsindonews – Kuasa hukum tersangka Sonny Widjaja, Ferry Juan meminta Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) ikut menetapkan salah seorang mantan staf khusus PT. Asabri berinisial MP menjadi tersangka kasus dugaan korupsi PT. Asabri, yang diduga turut menikmati uang dari hasil korupsi tersebut.

Ferry mengatakan, tersangka Sonny Widjaja memberikan uang sebesar Rp.8,5 miliar kepada MP. Uang tersebut, diakui kliennya bersumber dari hasill dugaan korupsi di PT. Asabri.

“Pak Sonny mengakui dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP), bahwa ada aliran uang yang diduga berasal dari hasil tindak pidana korupsi di PT. Asabri kepada saudara MP selaku salah satu staf ahli di PT. Asabri” ucap Ferry di Jakarta pada Rabu (16/6/21) malam.

Uang dari tersangka Sonny Widjaja kepada MP tersebut, pemberiannya, Ferry mengatakan, via perbankan pada medio November 2017. Kliennya, Ferry menjelaskan, mentransfer uang tersebut ke akun bank berinisial RN, untuk diteruskan ke rekening pribadi MP. Masih menurut pengakuan tersangka Sonny Widjaja, Ferry menerangkan, uang tersebut digunakan MP untuk membeli tambang emas yang berlokasi di Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara (Sumut).

“Jadi saya mengatakan, ini adalah uang yang patut diduga dari perkara tindak pidana korupsi di PT Asabri. Kalau ini uang pribadi dari Pak Sonny, tidak mungkin masuk ke dalam BAP,” kata Ferry.

Menurutnya, pengakuan tersangka Sonny Widjaja tentang MP tersebut, patut menjadi bahan pengungkapan yang lebih luas oleh Kejagung untuk menjerat tersangka-tersangka lain. “Saudara MP ini, sudah pernah diperiksa sebagai saksi (di Jampidsus). Dan katanya, sudah mengembalikan uang yang dinikmati (Rp) 8,5 miliar tersebut, kepada negara (penyidik),” ungkap Ferry.

Akan tetapi, Ferry mengacu pasal 3 UU TPPU 8/2010, dan pasal 4 UU Tipikor 31/1999. Dua aturan itu, kata Ferry, menebalkan hukuman 20 tahun penjara bagi setiap orang yang menempatkan, menggunakan, ataupun mengalihkan, juga mengubah bentuk uang, yang diduga berasal dari hasil kejahatan korupsi. Pun pengembalian uang dari hasil dugaan korupsi, yang tak menghapus pemidanaan.

“Jadi untuk ini, mohon kepada Kejaksaan Agung, terus melanjutkan pemeriksaan terhadap MP yang patut diduga adalah salah satu tersangka, dan segera dilakukan penahanan demi hukum, dan rasa keadilan,” ujar Ferry.

Terkait itu, Direktur Penyidikan Jampidsus Febrie Adriansyah mengatakan tak hafal satu per satu saksi-saksi yang pernah diperiksa selama penyidikan kasus Asabri. “Saya baru dengar ada nama ini (MP). Ada 280-an orang saksi yang sudah kita periksa penyidikan, itu terus bertambah. Apakah nama itu masuk, saya belum bisa pastikan. Nanti saya cek,” kata Febrie, Rabu (16/6) malam.

Pun dikatakan Febrie, tim penyidikannya akan mengecek keberadaan tambang emas, yang dikatakan terkait dengan pemberian uang dari tersangka Sonny Widjaja kepada MP tersebut.

“Kalau terkait aset, bukan saja dokumen atau bukti formal. Informasi saja kita akan cek. Dan jika itu masuk dalam informasi penyidik, pasti sudah dicek. Tetapi, kalau baru ini disebut, belum dapat saya pastikan,” ujar Febrie.

Febrie pun memastikan, pengembalian uang hasil dari kejahatan korupsi, tetap tak dapat melunturkan pemidanaan terhadap seseorang, maupun korporasi. “Sebenarnya bukan masalah mengembalikan atau tidak. Tetapi, kita akan lihat peran dia di mana. Tetapi, kita akan cek, apakah benar itu. Penerimaan itu, dalam konteks apa,” ujar Febrie.

Kasus dugaan korupsi, dan TPPU yang dialami PT Asabri, merugikan keuangan negara Rp 22,78 triliun sepanjang 2012-2018. Jampidsus, sudah menetapkan sembilan orang tersangka. Sonny Widjaja, salah satu mantan direktur utama (Dirut) Asabri 2016-2018 yang ditetapkan tersangka, bersama Adam Rachmat Damiri, eks Dirut Asabri 2011-2016. Direksi lainnya, adalah Hari Setiono, Bachtiar Effendi, dan Ilham Wardhana Siregar. Empat tersangka lagi, kalangan swasta, yakni Benny Tjokrosaputro, Heru Hidayat, Lukman Purnomosidi, serta Jimmy Sutopo. (Fanss)

Check Also

Profesor Huzaimah Wafat, Indonesia Kehilangan Ulama Perempuan Kaliber Internasional

Jakarta, sketsindonews – Guru besar Fakultas Syariah dan Hukum Prof. Dr. Huzaimah Tahido Yanggo meninggal …

Watch Dragon ball super