Back

Media Terpercaya

Kasus Dugaan Penyerobotan Tanah Bakal Seret Eks DPRD dan Kades di Pamekasan

Pamekasan, sketsindonews – Eks Anggota DPRD Pamekasan Iskandar dan Kepala Desa Waru Barat, Kecamatan Waru, Abdus Salam Ramli, terancam diseret ke meja hijau.

Pasalnya dua tokoh Pantura tersebut diduga melakukan tindak pidana penyerobotan tanah yang berstatus Governor Ground (GG).

Parahnya sertifikat tanah GG tersebut diatasnamakan pribadi Iskandar yang pengakuannya sudah dapat restu pemerintah, termasuk dari desa.

Kondisi tanah sekarang dibagun sebuah toko. Sebelumnya merupakan bangunan rumah potong hewan (RPH).

Polres Pamekasan melalui penyidik Unit 4 Satreskrim sudah melakukan pengumpulan data, salah satunya meminta keterangan dari Iskandar dan Abdus Salam Ramli. Kemudian polisi memohon data dari pihak Badan Pertanahan Nasional (BPN).

Kasi Hubungan Hukum Pertanahan, BPN Pamekasan, Suparman, mengakui perihal tersebut. Menurutnya, BPN sudah memberikan dokumen status batas area lahan kepada penyidik.

“Apa yang dimohon penyidik sudah kami serahkan,” singkatnya, Kamis (4/2/21).

Kasubbag Humas Polres Pamekasan AKP Nining Dyah Puspitasari mengatakan, dugaan kasus penyerobotan tanah sudah diintrogasi penyidik dengan mendatangi lokasi.

“Pihak penyidik sudah turun ke lokasi untuk mengetahui batas-batasnya,” ujarnya.

Sebelumnya, Kepala Desa Waru Barat Abdus Salam Ramli mengatakan bahwa lahan tersebut memang tanah negara tanpa penguasaan pihak tertentu. Bahkan haknya belum dikuasai siapapun.

”Itu tanah bebas sesuai peta yang ditunjukan dari dinas peternakan dan kami masih dalam tahap persuasif,” kata Abdus Salam.

Abdus Salam menambahkan, bahwa pada saat pengukuran Surat Pemberitahuan Pajak
Terutang Pajak Bumi Bangunan (SPPT-PBB) tanah GG tersebut diminta untuk pembangunan jalan.

Sementara informasi yang dihimpun media ini, lahan tersebut adalah milik pemerintah provinsi yang dari beberapa tahun lalu dipakai Pemerintah Kabupaten untuk dijadikan RPH.

(nru/yht/*)

About the Author /

Pimpinan Perusahaan SketsIndo Juni 2016.