Home / Hukum dan Kriminal / Kasus Jaksa Gadungan Memasuki Sidang Pemeriksaan Terdakwa

Kasus Jaksa Gadungan Memasuki Sidang Pemeriksaan Terdakwa

Denpasar, sketsindonews – Sidang lanjutan kasus Jaksa gadungan atau Jaksa palsu kembali digelar di Pengadilan Negeri Denpasar. Berdasarkan surat penetapan Nomor PDM-0690/DENPA.OHD/10/2021 atas nama terdakwa Setiadjie Munawar.

Kasi Intel Kejaksaan Negeri (Kejari) Denpasar, I Putu Eka Suyantha mengatakan, agenda sidang tersebut yakni pemeriksaan terdakwa.

“Berdasarkan keterangan terdakwa dalam pemeriksaan menyampaikan pada intinya terdakwa merupakan lulusan S1 Kedokteran dan S2 Hukum serta bekerja sebagai tenaga pengajar, bukan sebagai Jaksa” kata Eka kepada Sketsindo saat dihubungi, Selasa (28/12/21).

Terdakwa mengakui, Eka bilang, pernah menggunakan surat jalan dari Kejaksaan RI atas nama dirinya sebagai Pegawai Kejaksaan hanya untuk surat jalan saat diberlakukan PPKM.

Kendati demikian, terdakwa mengelak menggunakan surat tersebut untuk menangani perkara perdata.

“Hingga akhir persidangan terdakwa tetap bersikukuh dikenal sebagai Jaksa, bukan karena terdakwa menunjukan surat jalan yang beridentitaskan dirinya sebagai Jaksa, melainkan karena dirinya sering membantu orang” ucapnya.

Sebelumnya, Kejaksaan Negeri (Kejari) Denpasar menghadirkan satu orang saksi pada sidang lanjutan dalam perkara Jaksa palsu atau penipuan terdakwa Setiadjie Munawar di Pengadilan Negeri Denpasar.

Kasi intel Kejari Denpasar, I Putu Eka Suyantha mengatakan, berdasarkan penetapan Nomor PDM-0690/DENPA.OHD/10/2021, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menghadirkan satu orang saksi untuk diperiksa.

“Adapun saksi yang dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum atas nama Anak Agung Alit Emi Yama Gemi selaku Penata Pertanahan Pertama sebagai Koordinator Kelompok substansi penanganan sengketa, konflik, dan perkara” kata Eka kepada Sketsindo saat dihubungi, Kamis (16/12/21).

Sekedar informasi, Setiadjie Munawar dijadikan terdakwa karena sebelumnya, dirinya mengaku sebagai Jaksa dan bisa menyelesaikan persoalan hukum yang dialami korban.

Singkat cerita, korban pun percaya dan akhirnya menyerahkan sejumlah uang agar terdakwa bisa menyelesaikan persoalan hukum yang sedang dialaminya.

Tapi ternyata setelah uang diterima, terdakwa bukanya menyelesaikan persoalan yang dialami korban malah menggunakan uang itu untuk kepentingan pribadinya.

Selain itu korban pun baru mengetahui ternyata selama ini terdakwa bukannya seorang jaksa. Akibat perbuatan terdakwa, korban pun mengalami kerugian hingga Rp256 juta lebih. (Fanss)

Check Also

Tertipu Investasi, Gasni Berharap Laporannya Segera Ditangani

Jakarta, sketsindonews – Sehy Moh Gasni berharap dugaan penipuan yang dilaporkan ke Polsek Cilincing pada …

Watch Dragon ball super