Home / Berita / Kasus Pembunuhan, Pertemuan Awal Dengan Korban Saat Konsultasi Penyakit

Kasus Pembunuhan, Pertemuan Awal Dengan Korban Saat Konsultasi Penyakit

Jakarta, sketsindonews – Sidang lanjutan terkait penemuan mayat wanita dewasa di jalan Pulo Gebang, Cakung, Jakarta Timur kembali digelar dengan agenda memeriksa keterangan terdakwa yang di sapa dengan sebutan Ustadz Zaelani di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Rabu (04/01).

Baca juga: Di Duga, Polisis Salah Tangkap Dalam Kasus Pembunuhan Sumini

Dalam persidangan dipimpin oleh Hakim ketua, Hermawansyah sempat mengingatkan para pengunjung sidang dan terdakwa bila dalam proses keputusan majelis hakim kurang berkenan atau tidak cocok disarankan dapat mengajukan banding.

“Saya ingatkan apapun keputusan tidak cocok bisa mengajukan banding ke pengadilan tinggi dan MA. Hanya Allah yang maha tahu,” pesan Ketua majelis hakim diruang sidang MR. R,Wirjono Prodjodikoro.

Baca juga: Pembunuhan Sumini, Saksi Pastikan Bersama Terdakwa

Menurut majelis hakim, selama proses persidangan berjalan pihaknya, hanya memeriksa dari keterangan hasil BAP terkait kasus penemuaan sesosok mayat wanita dan barang bukti yang diterima termasuk keterangan saksi-saksi yang telah dimintai keterangannya secara estafet sebelumnya.

“Majelis hanya paduan BAP diverifikasi,” imbuhnya dalam sidang.

Hakim sempat menanyakan awal pertemuan terdakwa dengan Sumini sebelum korban diketemukan oleh warga di Pulo Gebang, pada 11 Juni 2016 lalu.

“Kapan terdakwa bertemu dengan Sumini ? (nama wanita korban pembunuhan),” tanya hakim kepada Zaelani.

Lalu, terdakwa menjawab pertanyaan Hakim, bahwa pertemuan pertama sejak awal Tahun 2011 dan menjabarkan maksud dan tujuannya antara lain konsultasi penyembuhan alternatif.

“Awal tahun 2011, dia konsultasi penyakit menahun dan sakit maag tidak sembuh-sembuh (menahun),” jawab terdakwa kepada hakim.

Baca juga: 3 Hal Janggal Dalam Pembunuhan Sumini

Lebih lanjut, terdakwa menjelaskan pertemuan selanjutnya diperkirakan pada Bulan Agustus 2015, dimana Sumini konsultasi atau curhat terkait calon tunangannya. Dan Sumini juga membeberkan tentang rencana pernikahannya dengan seseorang yang belum diketahui status pasangannya kepada terdakwa.

“Tahun 2015 sekitar bulan Agustus curhat dia (Sumini), tunangannya sudah punya istri atau belum. Dan bagaimana sistem (tata cara) nikah sirih,” kata terdakwa kepada majelis hakim yang dihadiri oleh JPU dan Penasehat hukum Zaelani, Timbul Sirajagukguk, SH. (Dw/eky)

Check Also

Menhub Kampanyekan Pekan Nasional Keselamatan Di Pekanbaru

Jakarta, sketsindonews – Dalam rangka Pekan Nasional Keselamatan Jalan Tahun 2018, usai tiba di Pekanbaru …

Watch Dragon ball super