Kawasan Roxy Mas Semrawut, Zonasi Parkir Oleh Dishub Perlu di Kaji Ulang

Jakarta, sketsindonews – Sulit ditata lokasi depan Roxy Mas oleh para jukir liar semakin marak dengan berbagai cara, dimana para jukir lingkungan melakukan zonasi tanpa mengindahkan larangan parkir.

Pantauan sketsindonews ada lima titik parkir yang dibangun oleh warga sebagai kebutuhan warga lingkungan namun sisi lain jalan tersebut menjadi semakin crowded oleh karena ketidak hadiran aturan dalam menegakan zonasi larangan oleh pihak Dishub Kota Jakarta Pusat bersama instansi sektoral.

Anggota Dewan Kota Jakarta Pusat Jakarta Pusat Rohiman sekaligus warga Duri Pulo menyatakan, kondisi roxy mas diakui sangat tidak tertata oleh karena banyaknya pembiaran pihak pemerintah (Dishub) untuk tidak berupaya melakukan langkah penataan keseimbangan kawasan zonasi larangan dan boleh.

Kedua, warga juga harus sadar untuk tidak menentukan keinginan dengan cara main patok saja jalan akses publik untuk menjadi lokasi parkir. Hal ini perlu satu kajian oleh dishub bersama warga melakukan kolaboratif sehingga pengguna jalan secara umum mendapatkan sebuah ruang jalan untuk tidak dirugikan secara sepihak.

“Kenapa tidak beri plank biru saja sesuai dengan zonasi dan larangan, karena lokasi parkir Roxy Mas cukup luas untuk menampung parkir utama selain nantinya Dishub menunjuk lokasi lain sebagai alternatif zonasi dalam menata untuk tidak liar selain semrawut,” ujarnya.

Melihat kondisi ini kata Rochiman, publik pengguna jalan sangat dirugikan, di bandingkan keuntungan warga yang di dapat dari karena para parkir liar tidak melihat keseimbangan tata ruang optimalisasi pemanfaatan tanpa aturan.

“Kami meminta Dishub Jakarta Pusat harus melakukan perubahan penataan dengan satu kajian kawasan roxy mas, pada titik mana aturan itu ditegakan untuk sebagai shock teraphy bagi parkir liar tanpa melihat tata ruang lingkungan,” tandas Rohiman.

(Nanorame)