Back

Media Terpercaya

KDRT Rentan Terjadi di Masa Pandemi COVID-19, Ini Penjelasan Kowani

Jakarta, sketsindonews – Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) menjadi perhatian terhadap Kongres Wanita Indonesia (Kowani). Menurut Dr. Ir. Hj. Giwo Rubianto di masa pandemi COVID-19 memiliki imbas dari kebijakan stay at home ketika Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) diterapkan.

” Sewaktu menjadi Ketua KPAI (Komisi Perlidungan Anak Indonesia), pernah ada penelitian yang menyebut KDRT terhadap wanita dan anak lebih sering terjadi pada saat hari libur, biasanya Sabtu dan Minggu,” ujar Giwo yang kini menjabat sebagai Ketum Kowani, Jum’at (8/5/20).

Diketahui, Giwo sendiri pernah menduduki kursi Ketua KPAI pada periode 2004-2007 lalu. Munculnya kegelisahan tersebut dinilai sangat mendasar, sebab sebanyak 79 organisasi perempuan di Indonesia tergabung di Kowani.

Lebih lanjut, Giwo khawatir masih banyak terjadi KDRT yang tidak dilaporkan. Hal itu bisa terjadi karena banyak wanita Indonesia yang tidak memiliki akses untuk melaporkan tindak KDRT.

Akan tetapi, dari data YLBH Apik dan Komnas Perempuan belum terlihat ada kenaikan yang signifikan dari kasus KDRT selama PSBB.

” Apalagi sekarang dalam masa PSBB, mungkin mereka mau melapor tapi tunggu masalah Covid-19 ini selesai,” ungkapnya.

Menyikapi hal itu, Kowani telah menyiapkan sejumlah langkah-langkah. Diantaranya membantu warga yang terdampak langsung secara ekonomi dan konseling. Namun demikian, dia juga menyampaikan profesi jurnalis merupakan garda terdepan dalam memutus mata rantai penyebaran COVID-19.

” Wartawan menjadi salah satu garda terdepan dalam memutus rantai Covid-19. Pekerjaan mereka sangat rentan bersinggunggan dengan ODP atau PDP. Oleh karena itu, Kowani menilai jurnalis pantas mendapat perhatian,” tandas Giwo.

Tepat di hari lahirnya pada Jum’at, 8 Mei 2020 Giwo Rubianto mengatakan perempuan merupakan bagian yang terdampak secara mental akibat pandemi COVID-19. Terlebih, kata dia, perempuan dituntut untuk tegar menghadapi kondisi saat ini dan berperan sebagai ibu rumah tangga yang baik.

” Tuntutan dari suami dan anak, perempuan harus bisa memerankan tugas istri dan ibu dengan baik,” sambung wanita kelahiran Bandung, Jawa Barat pada tahun 1962.

(Red)

About the Author /

Pimpinan Perusahaan SketsIndo Juni 2016.