Home / Artikel / Viral, Kegiatan Gereja Di Maluku, Diramaikan Warga Muslim

Viral, Kegiatan Gereja Di Maluku, Diramaikan Warga Muslim

Jakarta, sketsindonews – Ramainya perdebatan atas perbedaan keyakinan yang terjadi di DKI Jakarta, membuat sejumlah masyarakat menjadi resah.

Tidak hanya itu, berbagai pertanyaan juga muncul karena perdebatan tersebut mencuat saat ada pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2017.

Namun meski Jakarta sebagai ibukota, yang juga seharusnya menjadi contoh bagi kota-kota lain, untuk urusan yang satu ini nampaknya tidak dapat mempengaruhi kerukunan antar beragama di kota-kota lain.

Contohnya belakangan menjadi viral sebuah kegiatan yang dilakukan oleh salah satu gereja di Maluku, dimana dengan kerukunan yang sudah terjalin, mendorong warga yang berkeyakinan lain turut ambil bagian dalam perayaan tersebut.

Melihat indahnya kebersamaan yang diunggah oleh akun Facebook Sinode Gereja Protestan Maluku, Minggu 02 April 2017 lalu, membuat video dan pernyataan yang telah dibagikan sebanyak 3.653 kali dan mendapat Like sebanyak sekitar 9,6 ribu, pada selasa (04/4) tersebut mendapat banyak pujian dari netizen.

“Inilah Indonesia Ku, Inilah Indonesia Mu & Inilah Indonesia Kita Semua Nih … Alhamdullilah-Puji Tuhan, Aamiiin# Gbu***,” ujar akun Jove Manukoa.

“Katong orang Ambon Islam Kresten laeng sayang laeng…maju trs kota Ambon ku,” ujar akun Ompi.

Seorang wanita dengan akun Eva Yanti juga memuji kerukunan antar agama tersebut. “Agama mu adalah agama mu, agama ku adalah agama ku tapi kita tetap bersaudara kita satu Indonesia kita satu utk kebaikan. Semoga Allah SWT melindungi kami muslim d saudara kami yang non muslim Aamiin,” ujarnya.

Berikut pernyataan Pdt.EMaspaitella-Sekum MPH Sinode GPM

ATAS NAMA AGAMA

Kami yang ada di sini adalah anak-anak Maluku, bagian utuh dari Indonesia yang satu.

Kami tidak mengenal perbedaan yang berujung permusuhan. Bagi kami perbedaan itu niat untuk tidak terpisahkan. Jadi kami tidak ingin dipisahkan apa pun alasannya.

Sebab kami yakin, telah hidup oleh karena berpegang pada ajaran kebenaran, yaitu SALAM-SARANE itu satu. Satu leluhur, satu tanah pusaka, satu janji hidop, sampe tanah tutup mata.

Atas nama agama. Ya, hari ini di tanah Ambon, di negeri Latta, di Jemaat GPM Latta, di Klasis Pulau Ambon Timur, atas nama agama, kami Salam-Sarane berdoa “BERILAH KEADILAN”.

Doa itu untuk anak cucu bumi raja-raja. Untuk Indonesia. Doa itu atas nama agama. Ini demonstrasi sejati atas nama agama. Yaitu demonstrasi orang basudara yang berjanji “KAMI SATU TIDAK TERPISAH”.

Kami junjung hidop orang basudara. Dan inilah kami, di sini. Di tanah yang hanya di sini agama itu ada.

“DANGKE SALAM SARANE”

LATTA SU BAGE BERKAT

SALAMAT BERSIDANG PARA HAMBA TUHAN DI KLASIS GPM PULAU AMBON TIMUR

[Pdt.EMaspaitella-Sekum MPH Sinode GPM]

Basudara Salam (Islam) Berpartisipasi Pada Sidang Klasis GPM Pulau Ambon Timur Ke 5 di Jemaat GPM Latta 02/04/2017.

 

Editor: Eky

Check Also

Tukang Sapu Tuprok Jadi Anggota Dewan Kota, Siapa Dia…

Jakarta, sketsindonews – Garis hidup serta bagaimana mendapatkan pengakuan publik bukan perkara mudah, apalagi terkait …

Watch Dragon ball super