Back

Media Terpercaya

Kejari Jaksel Tangkap Dokter Gigi Karena Korupsi

Jakarta, sketsindonews – Buronan sekaligus terpidana kasus korupsi Maya Laksmini, akhirnya berhasil dicomot oleh Tim Intelijen Kejaksaan Agung dan Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan.

Maya Laksmini merupakan seorangi Dokter gigi. Ia terciduk tim eksekutor Kejaksaan saat berada di kediamannya, Jalan Pulo Indah, Petukangan Utara, Pesanggrahan, Jakarta Selatan pada hari ini pukul 13.15 WIB.

Hal tersebut dikatakan Kepala Seksi Intelijen Kejari Jakarta Selatan, Odit Megonondo kepada pewarta di Kantor Kejari Jaksel, Kamis (24/9/20) malam.

Menurut Odi, perempuan paruh baya itu telah divonis bersalah atas kasus korupsi dalam kegiatan diklat vertifikasi pengadaan barang jasa fiktif tahun anggaran 2006 oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta pada 22 Mei 2012 silam.

Dalam amar putusan, kata Odi, Maya yang menjabat sebagai Kabag Umum Pejabat Pembuatan Komitmen Itjen Departemen Kesehatan RI atau Kabag Umum Sekretariat Badan Litbang Kementerian Kesehatan Republik Indonesia itu terbukti melakukan tindak pidana korupsi.

Kemudian ia melanjutkan, Maya melakukan kegiatan diklat vertifikasi pengadaan barang jasa fiktif pada tahun anggaran 2006 yang merugikan negara hingga sebesar Rp 1,2 miliar.

“Atas kejahatannya tersebut, Maya divonis bersalah dengan tuntutan empat tahun penjara dan denda sebesar Rp 200 juta.,” ungkap Odi.

Namun, lanjutnya, Maya diketahui buron sejak vonis dijatuhkan pada 22 Mei tahun 2012 atau lebih dari tujuh tahun lamanya. Maya pun masuk dalam daftar pencarian orang Kejari Jakarta Selatan.

“Pencarian sudah dilakukan selama tujuh tahun ini, tapi tim mengalami kesulitan karena terpidana ini berpindah-pindah tempat. Tetapi siang ini ada informasi dari masyarakat bahwa terpidana berada di rumah, akhirnya tim eksekutor melakukan penangkapan,” ungkapnya

Usai menjalani pemeriksaan singkat, Maya langsung diboyong ke Lembaga Pemasyarakatan Pondok Bambu, Duren Sawit, Jakarta Timur pada hari yang sama

Maya katanya akan menjalani pidana badan sesuai dengan Putusan Mahkamah Agung Nomor 918 K/Pid.Sus/2014.

“Berdasarkan keputusan Mahkamah Agung terpidana dijatuhi hukuman selama pidana badan selama empat tahun dan denda 200 juta rupiah,” pungkas Odi.

(Sofyan Hadi)

About the Author /

Pimpinan Perusahaan SketsIndo Juni 2016.