Home / Berita / Kelanjutan Kasus Ijazah Palsu, YBSI Tahun 2014 Dibubarkan

Kelanjutan Kasus Ijazah Palsu, YBSI Tahun 2014 Dibubarkan

Jakarta, sketsindonews – Pengadilan Negeri Jakarta Timur kembali menggelar sidang kasus ijazah palsu yang diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Teologia Injili Arastamar (STT Setia) dengan agenda keterangan saksi.

Dalam sidang kali ini, Ketua Yayasan Bina Setia Indonesia (YBSI), Funy dihadirkan sebagai saksi dan mengungkapkan bahwa YBSI telah dibubarkan sejak Maret 2014 silam.

“Tapi sekolahnya (STT Setia) masih tetap dan sekolahnya mendirikan yayasan baru,” ungkap Funy, dalam persidangan yang di pimpin oleh Antonius Simbolon, Rabu (04/4).

Dia juga memaparkan bahwa izin yang diterima STT Setia adalah dari Kementerian Agama yakni SK Kemenag No. 180 Tahun 1997 dan SK Kemenag No. 350 Tahun 1999.

Melalui SK tersebut, menurutnya Ijazah yang boleh dikeluarkan oleh STTSetia hanya untuk jurusan Teologia dan Pendidikan Agama Kristen (PAK).

Beberapa perdebatan juga terjadi pada sidang kali ini, seperti saat terdakwa Matheus Mangentang mempertanyakan terkait surat edaran dari saksi yang mengajak Alumni STT Setia untuk melanjutkan pendidikan dengan biaya 2,5 juta.

Saat diminta penjelasan oleh majelis hakim, Funy mengakui telah membuat surat edaran tersebut, namun menurutnya surat tersebut dibuat dengan kondisi dia tidak mengetahui sedang ada perkara di STT Setia.

Hal senada diutarakan oleh Asisten Funy, Mefi yang mengatakan bahwa surat tersebut tidak akan dibuat jika saja diketahui sedang ada masalah di STT Setia.

“Kenapa dikeluarkannya surat itu sebenarnya jadi begini kalau sebelumnya ibu ini (Funy) diberitahu bahwa izin PGSD ini tidak ada dan Dikti Mungkin dia tidak akan keluarkan surat itu,” singkatnya usai persidangan.

Sementara Kuasa Hukum terdakwa, Tomy Sihotang menyayangkan adanya kesan permusuhan antara YBSI dengan STT Setia.

“Kok yayasan membawahi STT memposisikan kayak bermusuhan dengan STT, kita gak ngerti minta di bubarkan minta di cabut izin, ada apa?,” ujarnya.

“Itu masalahnya, kok bermusuhan dengan STT,” tambahnya.

Sebagai informasi, kasus Ijazah Palsu yang menyeret Rektor dan Direktur STT Setia sebagai terdakwa dengan korban sekitar 659 ini, mulai diketahui ketika alumni STT Setia dengan program PGSD mengikuti tes CPNS.

Saat lulus tes CPNS, para korban justru mendapat kabar buruk bahwa Ijazah yang mereka lampirkan tidak memiliki izin.

(Eky)

Check Also

Masyarakat Jakarta Bisa Buat Izin di Jakarta Fair 2018

Jakarta, sketsindonews – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi DKI Jakarta, …

Watch Dragon ball super