Back

Media Terpercaya

Keluh Kesah Warga Cempaka Putih: Kenapa Rumah Kami di Tutup Oleh Parkir?

Jakarta, sketsindonews – Cuitan dan keluh kesah warga Jalan Cempaka Putih Tengah XVI RT 017 – RW 03 Kelurahan Cempaka Putih Timur Kota Jakarta Pusat kini sudah lelah, dimana kawasan itu tidak lagi memandang suatu harmonisasi lingkungan tertib bahkan merugikan warga lain dengan adanya kesemrawutan lingkungan fasilitas umum jalan warga dijadikan sarana parkir.

Pihak pemerintah Kecamatan Cempaka Putih sudah berulang kali bahkan dicuekin himbauan dengan keberadaan larangan parkir oleh karena kepentingan instan tanpa peduli warga lain lingkungan rumah warga tetutup oleh parkir.

“Apakah rumah sekitar jalan itu yang sudah puluhan tahun bahkan tokoh masyarakat harus pergi dan menjual rumahnya akibat karena suasana tidak lagi melihat sisi lingkungan dengan prilaku masyarakat tidak toleransi terhadap warga sekitar,” ujar salah satu warga saat memberikan keterangan kepada sketsindonews.com, Sabtu (25/4/20)

Dia mengatakan, sudah lelah dan hampir putus asa, namun masih percaya punya aparat yang berani dan adil bijaksana melihat situasi pemanfaatan tanpa melihat kisi kehidupan orang lain.

“Kami ingin hidup nyaman dalam bertetangga,” ucapnya.

Dalam kekesalan warga diketahui pasalnya motor berparkir adalah karena warga Kos – Kosan dimana pemilik bisnis Kos tidak memiliki ruang parkir sehingga dengan tanpa melihat faktor dampak warga lain pun dirugikan khususnya akses keluar masuk mobil warga tak bisa lagi berfungsi.

“Sisi lain pengelola parkir bersuka ria karena pundi parkir dikabarkan dikenakan biaya 30 ribu perbulan oleh pihak inisiator memanfaatkan fungsi publik jalan warga setempat,” jelas warga.

Ketidak nyamanan dialami warga dikarenakan sebuah kesenjangan pola pikir melihat sisi orang tak terfikir terdampak, bahkan sengaja seperti tak beretika padahal lingkungan itupun terdapat pusat majelis Yayasan Hubbul Wathon untuk menjadikan pilar pemahaman menyelesaikan masalah karena kumpulnya para tokoh masyarakat dan agama sehingga menjadikan lingkungan menjadi tertib, aman serta berestetika untuk semua kalangan.

Tambah kata warga, ia meminta pihak pemerintah Kecamatan dan Kelurahan Cempaka Putih Timur memiliki kepekaan serta cepat dalam membuat putusan bahkan aturan sehingga kasus ini sudah lama berselang seolah pembiaran dan takut terhadap para oknum karena dampak dari ini rasa keadilan belum dapat diselesaikan menunjang langkah kongkrit.

(Nanorame)

About the Author /

Pimpinan Perusahaan SketsIndo Juni 2016.