Home / Apa Kata Mereka / Kenapa Kami Tunda Perbaikan JPO Lintasan Kebon Kosong – Utan Panjang,Ternyata….

Kenapa Kami Tunda Perbaikan JPO Lintasan Kebon Kosong – Utan Panjang,Ternyata….

Jakarta, sketsindonews – Harapan Warga kedua wilayah Kebon Kosong dan Utan Panjang Kecamatan Kemayoran harus menunda keingginan sementara terkait jembatan penyeberangan (JPO) kedua lintasan belum maksimal di bangun secara total (rehabilitasi) oleh Sudin Bina Marga Kota Jakarta Pusat.

Pantauan sketsindonews.com jembatan yang sebelumnya di bongkar sebulan yang lalu, terlihat belum rampung walau masih bisa digunakan bagi warga melintas tanpa railing sebagai pengamanan bagi warga yang menyebrang.

Menurut Kasudin Bina Marga Kota Jakarta Pusat Sukowibisono mengakui, bahwa jpo akan dibangun kembali saat pembongkaran usai grebek sampah dalam waktu 1 bulan oleh satgas Bina Marga.

Namun apa yang terjadi, pihaknya teleh memeriksa jpo tersebut dalam beberapa segi, kalopun dipaksakan jembatan itu bisa saja segera di laksanakan.

Seperti bahan yang ada, tapi ini sungguh tidak elok selain bisa menimbulkan persoalan baru jika tetap di paksakan dengan keterbatasan anggaran.

Selain mengingat jaminan kekuatan tidak standar kwalitas menjamin dan itu sangat riskan bagi pengguna pelintas warga.

Hal ini setelah pihaknya satgas Bina Marga melakukan kajian dan pemeriksaan, ternyata jpo tersebut semua besi itu sangat tak layak dan rentan, itu masalahnya, jelas Suko. (16/5)

Sambung Suko, perbaikan pondasi dasar terkait besi yang kropos tidak bisa dipaksakan selain juga karena faktor keselamatan lebih penting.

Percuma kita paksakan jikakalau kapasitas kekuatan tak menjamin dalam pelaksanaan pekerjaan jpo bisa hasilnya menimbulkan kerawanan dengan apa adanya.

ia (suko) membantah, kalo jembatan itu tak menjadi prioritas untuk diperbaiki, pasalnya harus ada proses katalog dalam pengadaan bagi perbaikan yang lebih baik, pungkasnya.

Sementara, Ketua RW 02 Kebon Kosong, Roesnandar membenarkan, bahwa warga Kebon Kosong di lingkungannya banyak yang mengeluh.

“Iya warga pada ngeluh tentang jembatan yang dibongkar sebulan lalu saat kegiatan gerebek sampah. Padahal jembatan yang berdiri di Saluran Penghubung (PHB) kalibaru itu dibutuhkan masyarakat dua wilayah itu,” ucapnya.

Selain, apakah jpo vital bagi warga, konon juga sebelumnya jpo itu tempat berkumpulnya kelompok anak muda yang bisa menimbulkan kerawanan sosial seperti ajang tawuran serta parkir sepeda motor kelompok anak ABG.

reporter : inong

Check Also

Lanud Abdul Saleh Gelar Bulan Militer

Malang, sketsindonews – Pangkalan TNI AU Abdurachman Saleh menggelar bulan Militer, ini sesuai dengan program …

Watch Dragon ball super