Home / Artikel / Ketua FKDM DKI : Amankan Rumah Peribadatan, Jakarta Harus Kondusif di Malam Natal dan Pergantian Tahun

Ketua FKDM DKI : Amankan Rumah Peribadatan, Jakarta Harus Kondusif di Malam Natal dan Pergantian Tahun

Jakarta, sektsindonews – Ketua Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) DKI Jakarta, M Rico Sinaga, meminta dan selalu mengingatkan seluruh jajarannya untuk mengamankan perayaan Natal dan Tahun Baru 2019 agar ‘pesta’ tahunan ini berjalan aman dan lancar, tanpa kejadian-kejadian yang tidak diharapkan.

“Sesuai tugas dan fungsinya, seluruh jajaran FKDM yang berjumlah 3.870 yang merupakan intiljen pemda DKI sudah harus melakukan pantauan dan pengamanan mulai tingkat RT/RW hingga provinsi dalam rangka deteksi dini dan cegah dini,” tandasnya. (24/12)

Ia menambahkan, dalam menjalankan tugasnya, jajaran FKDM berkordinasi dengan pihak terkait, seperti kepolisian, TNI, Satpol PP, kelurahan, kecamatan dan pengurus RT/RW yang merupakan garda terdepan dalam pengamanan lingkungan pada pokok titik kerawanan yang sudah di petakan oleh kordinasi institusi aparat.

“Untuk jajaran yang lokasi tempat tinggalnya berdekatan dengan tempat wisata seperti Ancol, Taman Mini dan Ragunan, juga tempat-tempat lain yang akan menjadi pusat perayaan tahun baru, jajaran FKDM hadir untuk melakukan pengawasan dan pemantauan dalam rangka melakukan pemantauan secara seksama hingg bisa mencegah segala kemungkinan keamanan, terangnya.

Khusus untuk Satpol PP, seiring dengan telah terbitnya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 16 Tahun 2018 tentang Satpol PP yang menambahkan tiga fungsi baru bagi aparat penegak Perda tersebut, yakni sebagai pengayom masyarakat, sebagai Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) dan Kewaspadsan Dini,  Rico berharap Satpol dapat bersinergi dengan FKDM dalam pengamanan segala sesuatunya.

“Personel Satpol PP yang dilibatkan dalam Operasi Lilin Jaya 2018 (operasi pengamanan Natal dan Tahun Baru yang dikordinasikan Polri, red) kan 1.830 orang, sementara jumlah personel FKDM 3.870 orang. Kalau Satpol bersinergi dengan FKDM, tentu akan lebih baik lagi,” katanya.

Meski demikian Rico menilai kalau perayaan tahun baru 2019 mungkin tidak segegap gempita perayaan tahun baru 2018, 2017 dan tahun-tahun sebelumnya, karena selain kondisi perekonomian nasional sedang lesu, juga karena tahun baru 2019 berada di tahun politik, sehingga para Caleg akan memanfaatkan momen pergantian tahun untuk kepentingan kampanye.

Jadi, kata dia, meski perayaan tahun baru yang diselenggarakan di tempat-“tempat wisata dan di sepanjang Jalan MH Thamrin, dimana di situ Pemprov DKI. Selaian pada acara itu Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan akan melakukan serangkaian acara termasuk hadir di perayaan program kawin massal” dan “Isbat” dengan tata panggung sebanyak tujuh panggung hiburan, akan dihadiri begitu banyak orang, namun jumlahnya tidak sebanyak perayaan tahun baru 2018 dan tahun-tahun sebelumnya.

“Kemacetan di sejumlah ruas jalan, terutama yang menuju tempat perayaan tahun baru, kemungkinan akan tetap terjadi, namun tidak separah pada tahun-tahun lalu. Bahkan mungkin saja ada ruas jalan yang tetap lancar,” katanya.

Rico berharap perayaan Natal dan tahun baru di Jakarta akan sama amannya dengan perayaan-perayaan tahun lalu, sehingga semua orang dapat merayakan Natal dan pergantian tahun dengan penuh suka cita walau sekarang di penuhi situasi politik untuk tetap dinamis, pungkas Rico.

reporter : nanorame

Check Also

PJLP RPTRA Terpaksa Nganggur, 4 Lelang RPTRA Belum Jelas

Jakarta, sketsindonews – Penyedia Jasa Lainnya Orang Peroarangan (PJLP) yang direkrut Sudin Perumahan Jakarta Pusat …

Watch Dragon ball super