Home / Berita / Nasional / Ketua KPU Disebut Lecehkan Wanita Emas, Andar: Jika Benar Sebaiknya Mundur Saja

Ketua KPU Disebut Lecehkan Wanita Emas, Andar: Jika Benar Sebaiknya Mundur Saja

Jakarta, sketsindonews – Isu kurang sedap menyerang Ketua Komisu Pemilihan Umum (KPU), Hasyim Asyari yang diduga melakukan pelecehan terhadap Ketua Umum Partai Republik Satu Hasnaeni alias ‘Wanita Emas’.

Direktur Eksekutif LSM Government Againt Corruption & Discrimination (GACD)  Andar M Situmorang dugaan tindak pidana pelecehan seksual dan atau pemerkosaan tersebut diduga dilakukan dengan iming-iming lolos dan dan membesarkan Partai Republik Satu.

“GACD sebagai peran serta masyarakat mempertanyakan atas kebenaran hal tersebut,” ucap Andar, Minggu (4/12/22).

Terkait dugaan tersebut, Andar menyebutkan bahwa dia telah menyurati Ketua KPU, yang dilakukan setelah mendapatkan tembusan dari Kuasa Hukum Hasnaeni.

“Sebagai LSM saya bertanya sejauhmana kebenaran terkait somasi kuasa hukum Hasnaeni, yang menyebutkan telah 4 kali melakukan pelecehan dan pemerkosaan di Hotel,” ungkapnya.

Andar menyarankan, jika isu tersebut mengandung kebenaran, maka Ketua KPU harus mengundurkan diri. “Karena etikanya sudah tidak ada dan tidak layak menjadi ketua KPU,” ucapnya.

Lebih jauh, terkait surat somasi yang dikirimkan oleh Kuasa Hukum Hasnaeni, Andar berharap ada respon dari Ketua KPU.

“Sebagai LSM mendapat tembusan saya pertanyakan surat somasi tersebut bagaimana kebenarannya, kalau diam saja berarti mengaku kalau mengandung kebenaran, ini kan menyangkut orang banyak, KPU yang di sah kan oleh presiden atau dimundurkan oleh DPR,” pungkasnya.

Kepada sketsindonews.com, Saat dikonfirmasi, Senin (5/12/22) Ketua KPU Hasyim Asyari mengatakan bahwa dia mengenal Hasnaeni pada saat pendaftaran partai.

Dimana menurutnya, pada pertemuan tersebut hanya membahas seputar pendaftaran yang dilakukan di kantor KPU.

“Dalam pembicaraan dijelaskan tentang ketentuan dan mekanisme pendaftaran partai dan verifikasi,” jelasnya melalui pesan whatsapp, Senin (5/12/22).

Dia juga memastikan bahwa pertemuan dilakukan secara terbuka dan diikuti sejumlah pengurus partai.

“Tidak benar ada janji-janji khusus dan hubungan personal yang melampaui batas kewajaran,” paparnya.

“Saya paham batas-batas kepantasan dalam pergaulan,” tambah Hasyim menegaskan.

(Eky)

Check Also

HPN Jadi Wadah Berkumpul Sekaligus Silaturahmi Insan PERS Tanah Air

Jakarta, sketsindonews – Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2023 turut dimeriahkan dengan Pameran Pers, Metaverse, …

Watch Dragon ball super