Home / Berita / Ketuk Pintu “Dede S” Peduli Sosial Mampu Berikan Warna di Sawah Besar

Ketuk Pintu “Dede S” Peduli Sosial Mampu Berikan Warna di Sawah Besar

Jakarta, sketsindonews – Program ketuk pintu takjil serta kunjungan pada lingkup Masjid, Musholah di Kecamatan Sawah dilakukan sosok Dede Sulaeman Dewan Kota Jakarta Pusat.

Beragam tanggapan mengalir pada sosok pria ini untuk terus lakukan pendampingan kepada warga tak mampu hingga urusan problematika warga.

“Tak aral di tengah pandemi Ramadhan warga banyak mewanti sosok figure sosial di masyarakat muncul dalam segala aspek kepedulian lingkungan, itu menjadi penguatan kami selaku warga bahwa masalah curhatan warga Sawah Besar dapat di tampung untuk di akomodir serta dimediasi, apalagi dia itu Dewan Kota untuk menjalankan mediasi mengatasi persoalan sosial maupun gerakan masyarakat peduli,” ujar Ustadz Junaedi pengurus Musholah Anwarul Huda Mangga Dua Selatan.

Lain lagi ucapan Ketua Karang Taruna Mangga Dua Selatan Azmed Ubaidillah, Dia (Dede) memiliki science of belonging serta peka terhadap berbagai isu masyarakat untuk di fasilitasi, artinya kami warga telah banyak terbantu dalam menyelesaikan berbagai masalah di wilayah sehingga kehadiran Dekot membawahi koneksi dengan pemerintah.

“Peran simpul kepedulian serta edukasi untuk menyamakan satu pemikiran beliau itu sangat moderat tidak melihat faktor sosial seseorang dalam mengentaskan isu – isu wilayah sehingga hadirnya “Dekot Dede tersampaikan urusan bisa selesai” karena diwarnai dengan menyambangi ketuk pintu warga selama ini banyak membantu keluh kesah warga,” terangnya, Kamis (29/4/21)

Begitu pula kata Husniah (43) tokoh perempuan kembali menuturkan, figure Dede dengan prototipe sosial menjadi ciri bagi masyarakat Sawah Besar yang beragam untuk bisa masuk pada lini – lini masyarakat etnis heterogen.

“Kedua jalinan komunikasi langsung pun bagi urusan emak – emak bisa tersalurkan tanpa skat. Kami meyakini banyak warga di Sawah Besar banyak berharap figure memiliki sosial sangat jarang,” ucapnya.

Kami (warga) secara logika sangat sulit untuk di pengaruhi pada urusan politik tapi mencari orang reaktif pada nilai kepekaan serta mau ngobrol (bertamu) “door to door” ketuk pintu jarang kami temukan.

Biasanya warga punya urusan untuk datang tapi dia tidak ! justru sebaliknya dia datang kunjungi sekalian bawa sesuatu untuk kami walaupun ditengah pandemi Ramadhan, walaupun kami tidak menilai apa yang dibawanya, ungkapnya.

Jelasnya tambah Husniah bingkisan itu entah Alqur”an, sajadah peralatan sholat mukena, takjil berbuka diberikan kepada orang – orang benar membutuhkan.

Dilain pihak Dede Sulaeman mengatakan, Ramadhan ditengah pandemi sebenarnya menjadi ujian bukan hanya orang lain tapi kami juga diuji pada persoalan sama, tapi kami berusaha untuk ketuk pintu rumah agar mereka bisa merasakan hal sama apa sekecilpun apa yang kita berikan.

Makanya kami mengajak peran Karang Taruna, FKDM untuk seiring berjalan seirama dalam menjaga serta melakukan perubahan wilayah dari masyarakat untuk masyarakat dan dinikmati masyarakat pula hasil dari pembangunan Pemprov DKI Jakarta.

Tambah Dede, jabatan Dekot tapi apalah arti jabatan tersebut jika warga pun tidak bisa berkolaborasi bahkan seiring membentuk karakter peduli semua pihak untuk meningkatkan peran – peran warga mampu peduli memberikan sumbangsih baik pikiran, tenaga bahkan materi dalam memiliki rasa peduli di Ramadhan berkah ini.

Semoga para donasi terus hidup dalam usaha semakin maju selain tetap memiliki rasa terhadap masalah pokok baik sosial, orang sakit hingga orang lahiran pasti alami masalah.

Itu pekerjaan rumah kita mari kita tuntaskan bahwa kehidupan gotong royong dan saling bantu semuanya akan selesai diiringi maksud dan tujuan untuk ibadah, tutup Dede

(Nanorame)

Check Also

Tegur Orang Mabuk, Beberapa Petugas PJLP UPK Badan Air Babak Belur

Jakarta, sketsindonews – Beberapa petugas Keamanan Penyedia Jasa Lainnya Orang Perorangan (PJLP) UPK Badan Air …

Watch Dragon ball super