Back

Media Terpercaya

Ketum ASC Berharap Ada Atlet Menembak dari Kejaksaan

Jakarta, sketsindonews – Aksi teror terhadap jaksa masih saja terdengar belakangan ini. Sebut saja jaksa penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTT diancam orang tak dikenal pasca mengungkap kasus dugaan korupsi kredit macet Bank NTT Cabang Surabaya tahun 2018 senilai Rp. 149 miliar. Kemudian Jaksa berinisial DS yang bertugas di Kejari Bintan, Riau melaporkan seseorang ke polisi terkait rencana pembunuhan terhadap dirinya. Ancaman kepada DS itu muncul lantaran mereka tidak terima dijadikan tersangka atas kasus sabu itu. DS selalu diteror melalui telepon seluler oleh orang tidak dikenal, hingga dia melapor ke polisi.

Berdasarkan aneka pengalaman itu Kejaksaan Ri sebagai penegak hukum membuat sebuah organisasi olahraga menembak yang bernama Adhyaksa Shooting Club atau ASC.

Pembentukan ASC ini disamping 
menyalurkan hobi juga didasari atas kesadaran bahwa olahraga menembak merupakan olahraga yang sangat strategis terkait dengan pelaksanaan tugas dan fungsi jaksa, dimana tantangan di lapangan maupun ancaman dalam pelaksanaan tugas yang begitu besar.

Namun disisi lain penggunan sarana bela diri berupa senjata api juga memilik resiko tersendiri. Oleh karenanya diperlukan wadah yang dapat berorientasi pada peningkatan keahlian, sekaligus kedisiplinan dan 
keamanan dalam penggunaan senpi.

Lahirnya ASC

Bertempat di ruang rapat kerja Wakil Kepala Kejaksaan Agung RI, pada 22 Juni 2020. Diselenggarakan musyawarah besar ASC yang dipimpin langsung oleh mantan Kepala Badan Pendidikan dan Latihan Dr Setia Untung Arimuladi serta dihadiri sekitar 37 pegawai Kejaksaan RI dan anggota dari PERBAKIN.

“Dimana dalam Mubes tersebut secara resmi ditetapkan tanggal 22 Juni 2020 sebagai tanggal lahir organisasi ASC,” kata Ketua Umum ASC, Dr Masyhudi, Senin (20/7/20) siang.

Masyhudi mengatakan dirinya merasa bangga dan bahagia menjadi bagian dari sejarah terbentuknya 
kepengurusan organisasi ASC yang pertama kali.” ucapnya.

Ia pun berharap terbentuknya ASC Kejaksaan RI ini diharapkan dapat menjadi kado istimewa Kejaksaan RI yang dalam waktu dekat akan merayakan Hari Bhakti Adhyaksa ke-60.

Selain itu tuturnya, pembentukan ASC dapat menyalurkan hobi juga didasari atas kesadaran bahwa olahraga menembak merupakan olahraga yang sangat strategis terkait dengan pelaksanaan tugas dan fungsi jaksa.

Dimana tantangan di lapangan maupun ancaman dalam pelaksanaan tugas yang begitu besar. Namun disisi lain penggunan sarana bela diri berupa senjata api juga memilik resiko tersendiri. 

“Oleh karenanya diperlukan wadah yang dapat berorientasi pada peningkatan keahlian, sekaligus kedisiplinan dan keamanan dalam penggunaan senjata api,” ungkap mantan Kajati Yogjakarta.

Dia melanjutkan, berdasarkan data pada Jaksa Agung Muda Intelijen, diketahui hingga bulan Mei 2020, daftar pemegang senjata api sebanyak 81 orang.

“Sehingga diharapkan pemegang senjata yang berada didalam wadah organisasi akan semakin meningkatkan kompetensi baik dari sisi psikologis maupun teknik penggunaan senjata api bagi pemegang senjata api dinas, termasuk keamanan dalam pengunaan senjata api,” ujarnya lagi.

Pengelolaan Lapangan Tembak

Selain itu, ia juga mengungkapkan, dengan adanya organisasi ini maka ASC juga berkomitmen untuk mengelola Lapangan Tembak Badiklat Kejaksaan RI ini secara profesional dengan mengedepankan prinsip keamanan dalam memegang senjata maupun keamanan berada di lapangan tembak tentunya.

“Dengan begitu, maka Lapangan Tembak Badiklat Kejaksaan RI akan menjadi ikon dalam pergaulan olahraga tembak secara nasional. Bahkan menjadi suatu hal yang tidak mustahil lagi nantinya, melalui ASC ini akan ada atlet menembak atau berburu yang berprestasi dari kalangan pegawai Kejaksaan,” pungkas Marsyudi.

Sementara itu Jaksa Agung RI, Dr, Burhanuddin, SH. MH dalam sambutannya mengapresiasi dan mengucapkan selamat atas terbentuknya kepengurusan ASC Periode Tahun 2020-2024. Semoga dengan adanya kepengurusan ASC penyelenggaran organisasi dapat berjalan secara terstruktur, efisien, dan efektif guna mewujudkan hal-hal yang telah dipakati bersama.

“ASC hadir sebagai wadah yang menghimpun, membina, dan mengkoordinasikan seluruh kegiatan olahraga menembak di lingkungan Kejaksaan RI. Hal itu semata-mata ditujukan untuk menanamkan kesadaran dan disiplin dalam kegemaran olahraga menembak baik secara jasmani maupun rohani,” paparnya

Selain itu Jaksa Agung RI juga menyampaikan bahwa sebagaimana diketahui bersama olahraga menembak dapat melatih mental, emosi, konsentrasi, serta intuisi. Kemampuan tersebut apabila dilatih dengan baik tentunya dapat mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi jaksa sebagai aparat penegak hukum.

Kehadiran ASC selain sebagai sarana untuk menyalurkan hobbi menembak, juga menjadi sarana menjaring potensi insan Adhyaksa untuk menjadi atlet profesional di level nasional maupun internasional guna mengharumkan nama Kejaksaan yang tercinta.

“Mendasari pada tujuan positif yang hendak dicapai organisasi, secara khusus saya instruksikan kepada segenap pengurus ASC untuk senantiasa menjaga soliditas antar sesama pengurus, konsisten dalam mengadakan kegiatan organisasi secara terarah dan berkesinambungan, khususnya dalam mendorong dan membina bakal atlet dan atlet olahraga menembak dari lingkungan Kejaksaan RI.” tegasnya.

Mengakhir sambutannya, Jaksa Agung RI mengucapkan selamat bertugas kepada pengurus Adhyaksa Shooting Club. ” Semoga saudara-saudara sekalian dapat melaksanakan amanah ini dengan penuh rasa tanggung jawab guna memajukan olahraga menembak di lingkungan Kejaksaan RI. Semoga Allah Subhanahu Tata’ala, Tuhan Yang Maha Esa, senantiasa memberikan bimbingan, kekuatan, dan keberhasilan kepada kita semua dalam melaksanakan tugas yang diberikan.” demikian ucapnya.

(Sofyan Hadi)

About the Author /

Pimpinan Perusahaan SketsIndo Juni 2016.