Home / Berita / Kinerja Garuda Sedang Terbang Menuju Kebangkrutan

Kinerja Garuda Sedang Terbang Menuju Kebangkrutan

Jakarta, sketsindonews – Koordinator Investigasi Center for Budget Analysis (CBA), Jajang Nurjaman memaparkan bahwa Pilot senior Garuda pendapatan perbulannya bisa sampai Rp 150 juta

Menurutnya, angka tersebut belum dihitung segudang fasilitas yang didapatkan seperti tunjangan kesehatan, asuransi, sampai tunjangan pensiun.

“Untuk pilot saja bisa sampai ratusan juta, lalu bagaimana dengan jajaran direksinya?,” ujarnya melalui siaran pers, Jumat (11/5).

Dia menambahkan, “Tentunya jauh lebih besar, di tahun 2016 contohnya badan usaha milik negara ini perbulannya butuh Rp 1,7 miliar hanya untuk gaji satu orang direktur.”

Dengan jumlah 4 orang direktur saat itu, diungkapkan Jajang, uang negara yang dikeluarkan dalam satu tahun sampai Rp 20 miliar hanya untuk gaji belum tunjangan lainnya.

Dilanjutkan, Puluhan miliar uang negara yang dikeluarkan untuk jajaran direksi garuda ternyata tidak serta merta meningkatkan kinerja perusahaan pelat merah ini. Terlihat dari laporan kerja operasional PT Garuda, di mana pertumbuhan penumpang dari tahun ke tahun justru mengalami penurunan.

“Dalam kurun waktu 2013 ke 2014 misalnya, pertumbuhan penumpang garuda sanggup menyentuh angka 4.174.038 orang,” papar Jajang.

Jajang juga mengungkapkan bahwa Di tahun selanjutnya antara 2014 ke 2015 pertumbuhan penumpang garuda justru menurun drastis menjadi 3.821.750 . Terdapat penurunan yang sangat tinggi sebanyak 352.288 penumpang.

Lebih parah lagi pertumbuhan penumpang di tahun 2015 ke 2016, dimana garuda hanya sanggup menambah 2.038.820 penumpang. Ini berarti maskapai penerbangan milik negara ini kehilangan pelanggan sebanyak 1.782.930.

Lalu pada tahun 2016, garuda benar-benar jatuh. “Bahkan Rini Soemarno Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sampai turun tangan dengan mengganti direktur utama (Dirut) garuda Arif Wibowo,” ujarnya.

Meskipun sudah diisi Dirut baru yakni Pahala N Mansury, menurutnya di tahun selanjutnya 2017 kinerja garuda masih terseok-seok. Pertumbuhan penumpang di tahun 2017 masih mandeg di angka 2.936.181. Masih sangat jauh dari pencapaian 2013-2014 sebanyak 4.174.038 orang.

Merosotnya pertumbuhan penumpang dari tahun ke tahun, dampaknya sangat fatal, bisa bisa terbang Tinggi menuju ke arah ke bangkrutan, karena Garuda ditaksir merugi sampai Rp 2 triliun pada akhirnya tahun 2017, dan Pada akhir maret 2018 Garuda Indonesia juga Rugi sampai sebanyak USD 67.572.839 atau setara dengan Rp. 878.446.907.000.

“Hal ini disayangkan karena maskapai kebanggaan masyarakat Indonesia nasibnya terseok-seok jauh tertinggal dari maskapai milik negara tetangga seperti Singapura Airlines,” tandasnya.

 

(Eky)

Check Also

Buka Kesempatan Jadi PNS, Pemprov DKI Jakarta Lakukan Ini

Jakarta, sketsindonews – Dalam rangka memfasilitasi para akademisi yang akan memasuki dunia kerja, Pemerintah Provinsi …

Watch Dragon ball super