Home / Berita / Kisah Asmara Dokter Gadungan Berujung Di Pengadilan
Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Kisah Asmara Dokter Gadungan Berujung Di Pengadilan

Jakarta, sketsindonews – Maraknya penggunaan aplikasi pertemanan di media sosial saat ini. Acap kali membuka ruang terjadinya bentuk tindak pidana kejahatan. Mulai dari penculikan, pemerkosaan hingga penipuan.

Hal ini pun dialami sendiri oleh Patricia Handayani dan Nanda Aprilia. Keduanya merupakan korban penipuan dari Terdakwa Michael Wibiksana alias Fransiskus Xaverius Oliver alias Oliver Fransiskus, S. Ked.

Michael Wibiksana sang bromocorah saat ini tengah menjadi pesakitan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Lantaran diduga telah menipu Patricia dan Nanda total sebesar Rp180 juta.

Sebagai inrformasi, Patricia dan Nanda merupakan mantan kekasih Terdakwa Michael alias Oliver Fransiskus.

Patricia serta Nanda berkenalan dengan Oliver, melalui aplikasi pertemanan. Dalam surat dakwaan penuntut umum M Rizki Harahap, peristiwa tersebut terjadi pada 25 Maret 2020 sampai dengan tanggal 02 Juni 2020, atau setidak-tidaknya pada waktu lain pada bulan Maret 2020 sampai bulan Juni 2020 bertempat di Casa de Yarra Residence, Jl. Taman Kebon Sirih 2 No. 10, Kel. Kampung Bali, Kec. Tanah Abang Jakarta Pusat

Menurut pengakuan Patricia maupun Nadia dihadapan Ketua Majelis Hakim R Bernadette Samosir, terdakwa Oliver mengaku sebagai seorang dokter umum di RS Cipto Mangunkusumo Jakarta.

Padahal Oliver biasa disapa hanya menyelesaikan pendidikan di bangku sekolah menengah pertama atau SMP.

Meski demikian demi meyakinkan sang kekasih, Oliver tampil layaknya seorang dokter tulen dengan memakai jas berwarna putih dan tanda pengenal kedokteran.

“Dia mengaku sebagai dokter di RSCM Yang Mulia,” ucap Patricia yang kini bekerja di instansi OJK Jakarta, Selasa (22/3/21).

Namun dalam perjalanan kisah asmara itu, Oliver kerap meminjam uang kepada Patricia maupun Nanda. “Alasannya dia mau menyelesaikan pendidikan spesialis penyakit dalam. Sehingga saya pun percaya saja,” kenangnya.

Awalnya pada 5 Maret 2020, Oliver meminjam kata Patricia dana sebesar Rp5 juta. Kemudian satu bulan berikutnya, dia meminjam lagi Rp10 juta. “Dan semua pinjaman itu saya kirim melalui mobile banking,” ujar wanita berusia 25 tahun.

Suatu waktu Patricia diam-diam menyelidiki kebenaran informasi pekerjaan Oliver. Namun hendak apa dikata, semua ucapan pria asal Kota Batam hanyalah bualan belaka. “Saya sudah bertanya kepada pihak RSCM maupun pada Kementerian Kesehatan soal nama Oliver. Tetapi nama yang bersangkutan tidak terdaftar di bidang kesehatan,” ungkapnya.

Sehingga total dana yang telah dikeluarkan oleh Patricia dan Nanda mencapai Rp180 juta. Dan Oliver dijerat dengan Pasal 378 KUHP tentang penipuan.

(Sofyan Hadi)

Check Also

Kolonel Esra K. Sembiring, Diantara Pilihan Pengabdian

Jakarta, sketsindonews – Ia merupakan pria dari Pematang Siantar (Sumatra Utara) kelahiran Desember 1970. Kolonel …

Watch Dragon ball super