Back

Media Terpercaya

Kisruh Pedagang Lokbin Abdul Gani Galur Lama Tergeser, Siapa Bermain???

Jakarta, skstsindonews – Paguyuban Pedagang Lokbin Abdul Gani Galur Kecamatan Johar Baru kembali kisruh atas kebijakan setelah revitalisasi untuk masuknya pedagang menempati lokbin.

Pasalnya data baru yang saat ini oleh pihak Satpel UMKM Johar Baru berjumlah 420 pedagang nantinya untuk masuk kembali menempati kios.

Namun ironis justru kini pedagang lama hampir 25 tahun telah berdagang tak masuk daftar. “Kurang lebih 20 pedagang lama tak bisa menempati kembali sesuai data secara valid dari sejumlah 383 pedagang justru ada tersingkirkan,” ujar perwakilan paguyuban Abdul Gani saat dikonfirmasi skestsindonews.com, Sabtu (9/5/20).

“Justru saat pandemi covid-19 berlangsung melalui secara bisik – bisik dan sembunyi pihak pemerintah sumber terinformasi bahwa pada hari Senen tanggal 11 April 2020 rencana pasar lokbin Abdul Gani mulai dibolehkan berdagang oleh pihak Satuan Pelaksana UMKM Kecamatan Johar Baru Lusden,” terangnya.

Atas diam – diam tersebut tanpa sosialisasi kepada pedagang dan paguyuban pedagang akhirnya telah mengirimkan surat sebelumnya dengan nomor : 001/PLB/Ag/4/20 tertanggal 30 April 2020 kepada pihak Dinas UMKM dengan tembusan pihak Kecamatan Johar Baru tentang data persis jumlah pedagang sesuai aturan baik auto debet dan kepemilikan surat secara akurat tanpa ditambah dan dikurangi.

“Justru kami telah menanyakan langsung alasan kami tak dapat melalui Satpel UMKM, tapi apa jawaban. Kamu ini kalian ini sudah tak layak jualan disini (lokbin) kasih orang mampu saja,” ucap Lusden.

“Kata pejabat kok seperti preman yah !!, tanpa solusi dengan mudahnya mencoret nama pedagang tanpa berikan solusi bahkan sosialisasi terlebih dahulu kepada pihak pedagang resmi untuk masuk setelah pasca revitalisasi,” kesalnya.

“Tercatat total dari data bila sesuai dipastikan tak munculkan riak kisruh atau protes dari quota yang ada bila tak indikasi manupulatif data hingga jual lapak hingga 4 juta – 60 juta rupiah,” tandasnya.

Kepala Kasudin Kota Jakarta Bangun Richard, mengatakan sesuai aturan jika benar pedagang sesuai auto debet serta kelengkapan surat dimiliki pedagang, tak mungkin tak dapat haknya untuk bisa berdagang kembali usai pasar kokbin di revitalisas.

“Secara tekhnis dilapangan itu kan lebih tahu Satpel UMKM di Kecamatan dalam mendata secara benar, kalo tak cocok kami akan lihat dulu sejauh mana masalahnya,” jelasnya.

Apa Kata Anggota DPRD DKI

Menurut Anggota DPRD DKI Jakarta Gembong Warsono saat diminta tanggapan mengatakan, secara faktual dalam kondisi pandemi covid – 19 saat ini jangan munculkan polemik disituasi warga penggiat ekonomi juga terkena dampak.

“Kami minta proses ini untuk lakukan kroscek dengan kebenaran data sebenarnya dari para pedagang yang sesuai utamakan pedagang lama menjadi prioritas,” ungkapnya.

Kedua lakukan informasi secara terbuka (sosialisasi) kepada semua pihak bila benar kembali pasar itu dibuka terlebih saat PSBB, apakah tidak menjadi masalah baru terlebih ada pedagang lama kecewa atas masalah data tidak tranparansi.

“Kami sudah terima masalah laporan ini dari pedagang Lokbin Abdul Gani agar proses dilakukan secara benar jangan geser menggeser lapak (kios) dengan uang terlebih terindikasi ada temuan,” ungkapnya.

(Nanorame)

About the Author /

Pimpinan Perusahaan SketsIndo Juni 2016.