Home / Artikel / Kok Gitu Sih, Tendanidasi Wisata Kuliner Pecenongan Andalkan Pemerintah DKI

Kok Gitu Sih, Tendanidasi Wisata Kuliner Pecenongan Andalkan Pemerintah DKI

Jakarta, sketsindonews – Penataan tendanisasi kawasan pecenongan sebagai JP unggulan terkesan tak terawat apalagi kawasan itu menjadi titik lintasan perhelatan Nasional Asean Games 2018.

Terlihat JP Pecenomgan sebagai wisata kuliner dalam pengelolaan hanya seperti PKL lainnya tanpa adanya pernik yang mengacu sebagai pusat kuliner unggulan di Jakarta Pusat yang indah, bersih bila di bandingkan wisata kuliner lainnya di DKI dengan model ciri khas.

Kita bisa melihat tendanisasinya saja sudah pada kumal ditambah bentuk tenda yang tang tak punya karakteristik budaya, ujar Udin warga setempat.

“Aneh kalo melihat Gapuranya mentereng kokoh “Kok gitu sih”, sisi lain kawasan itu dalam pengelolaannya tidak bisa menggunakan fungsi penataan secara swakola, terkesan mereka hanya berharap dari bantuan pemerintah.”

Dua momen penting saja sepertinya tak ada upaya dari pengelola dalam menata kawasan, yakni mementum HUT DKI dan Jakarta menjadi tuan rumah Asean Games 2018, untuk merubah lokasi kawasan menjadi pusat 2 (dua) ajang event itu, tandas Udin.

Menyikapi hal ini Kasudin UMKM Jakarta Pusat Bangun Richard menanggapinya kaitan tendanisasi tak kagi layak sebagai kawasan unggulan kuliner.

Kata Richard, sebagai lokasi sementara (loksem) Nomor: 13, Jalan Pecenongan Raya, pada tahun 2017 lalu pernah diusulkan. Tapi batal lantaran harga tenda terlalu murah tak sesuai dari spect yang ada dalam pemenuhan kwalitas.

“Penawaran harga tendanisasi nya terlalu murah dan gampang sobek”.

Makanya tidak jadi pengadaan tendanya. Kemudian anggarannya kita dikembalikan,” ucap Richard. (7/5).

Ditambah para pemilik toko (pedagang) tak mau alias protes dari kualitas tenda yang ada termasuk tenda permanen kalo terpasang menjadi komplain para pemilik. toko dan perkantoran kawasan pecenongan, .

Solusinya kata Richard, pedagang kuliner malam tersebut harus bisa memanfaatkan potensi lokal dan pemberdayaan ekonomi yang dikelola untuk inovatif, mandiri dalam tata kelolanya.

Yah, bergotong royonglah jangan lagi mengandalkan pemerintah itu kan semua dari 26 pedagang jumlahnya pedagang besar.

Kalo pihaknya (Sudin UMKM) tidak menyediakan tenda dalam anggaran jangan kami yang di uber, mereka lah harus mandiri, apalagi mereka sudah dapat penghasilan besar dari hasil mereka yang sudah puluhan tahun, tutup Richard.

reporter : inong

Check Also

Luka Terus Menyala Discripsi Ramadhan

Sahur Hari Ketujuh Jakarta, sketsindonews – Sahur di hari 7 di bulan Ramadhan 1439 H …

Watch Dragon ball super