Home / Berita / Kolonel Esra K. Sembiring, Diantara Pilihan Pengabdian

Kolonel Esra K. Sembiring, Diantara Pilihan Pengabdian

Jakarta, sketsindonews – Ia merupakan pria dari Pematang Siantar (Sumatra Utara) kelahiran Desember 1970. Kolonel Esra K. Sembiring merupakan anak ke 2 dari 5 bersaudara. Menikah dengan Meysabeth Sibarani yang merupakan pasangan hidupnya dan dikaruniai dua putra Jeremy R.B.P. Sembiring (Akuntansi Univ Trisakti) dan Nicholas Amos W. Sembiring (Perpajakan Univ Indonesia). Berasal dari suku asli pribumi etnis batak karo bermarga Sembiring (ayahnya) dan Bukit (ibunya)

Sejak masa kecilnya, sembiring dikisahkan telah menunjukkan kecerdasan dan semangat tinggi pada ilmu pengetahuan. Pada usia yang masih sangat muda sekitar usia 5 tahun ia sudah mengenyam pendidikan di Sekolah Dasar dan lulus tepat waktu dengan nilai yang sangat baik. Kemudian dia melanjutkan pendidikan di SMP Negeri 2 Pematang Siantar, kota yang juga terkenal sebagai tempat kelahiran Wakil Presiden R.I Adam Malik yang tersohor dengan panggilan “Si Bung Dari Siantar”.

Setelah menyelesaikan pendidikan di sekolah menengah pertama, sembiring kemudian melanjutkan pendidikannya di SMA RK BUDI MULIA, sebuah sekolah Katholik yang terkenal menerapkan standard pendidikan yang lebih tinggi dan lebih keras daripada sekolah unggulan lainnya. Sekolah yang dipimpin Bruder dari Belanda. Hal ini jugalah yang diakuinya berperan besar dalam kelulusannya pada SIPENMARU hingga diterima menjadi mahasiswa jurusan Ilmu Pemerintahan FISIPOL UGM pada tahun 1988.

Selama menempuh kuliah S1 di UGM ini jugalah sembiring muda mulai mengenal asam garam, kerasnya dinamika idealisme dunia kampus dan puncak dinamikanya pada Kongres Mahasiswa UGM di Kaliurang Jogja yang menjadikannya sebagai salah satu Ketua Senat Mahasiswa UGM bersama Anies Rasyid Baswedan, Ketua Umum SM UGM pada saat itu (1992-1993).

Selama mahasiswa sembiring populer sebagai aktivis yang keras, kritis namun memiliki solidaritas yang tinggi, sehingga wajar saja bila kemudian temannya sangat banyak bahkan namanya masih saja terngiang dikampus biru hingga saat ini.

Berbekal heroik semangat idealis nasionalisme dari kampus biru inilah yang kemudian mengantarnya memilih pengabdian kepada negara menjadi prajurit TNI melalui jalur Perwira Karir SEPA PK ABRI. Setelah mengikuti pendidikan di AKMIL Magelang selama 7 bulan, hingga kemudian pada 4 Juli 1998 ia dilantik menjadi Perwira dengan pangkat Letnan Dua bersama 1300 an Perwira TNI AD, AL, AU dan Polri, yang alumninya terhimpun dalam KHARISMA 98.

Pilihan pengabdiannya kepada negara dengan menjadi Prajurit TNI memang sangat tepat karena ternyata pilihan pengabdian melalui TNI juga lah yang memberi kesempatan kepadanya dapat menuntut ilmu hingga setinggi-tingginya melalui dukungan beasiswa penuh.

Tercatat, Ia menjadi salah satu penerima beasiswa S2 di STIA LAN Jakarta (Beasiswa Mabes TNI) dan S2 di Strategi Pertahanan Udara SPU Unhan (Beasiswa TNI AU) dan S3 / Program Doktoral Ilmu Pertahanan (Beasiswa Kemhan) di Universitas Pertahanan R.I.

Bagi sembiring, jalur pengabdian kepada negara melalui TNI terbukti hingga saat ini merupakan pilihan pengabdian yang sangat tepat. Negara melalui Institusi TNI terbukti sangat mendukung pengembangan SDM maupun profesionalisme dan pengembangan karir bagi setiap prajuritnya tanpa terkecuali. Karena itu menurutnya tidak perlu ada keraguan bagi siapapun untuk memilih pengabdiannya kepada negara melalui TNI-Polri, tegas Kolonel Sembiring.

Demi Indonesia !.

Check Also

Mengenal Komandan Pusdik Kecabangan Termuda di TNI AD

Jakarta, sketsindonews – Namanya Benny Mutiha Tampubolon. Pangkat yang disandang kolonel korps pembekalan dan angkutan. Dia, bukan …

Watch Dragon ball super