Home / Berita / Komplain Warga, BST DKI Tidak Sulit Jika Aturan Administrasi di Ikuti Penerima Hak

Komplain Warga, BST DKI Tidak Sulit Jika Aturan Administrasi di Ikuti Penerima Hak

Jakarta, sketsindonews – Bantuan Sosial Tunai (BST) DKI Jakarta sebagai bantuan dampak pandemi covid-19 bagi warga penerima hak dalam distribusinya masih alami kendala terhadap administrasi penerima kadang warga tidak tercantum sebagai mestinya sesuai dengan fakta penerima hak dan itu terjadi dibeberapa wilayah Kelurahan.

“Banyak RT RW di komplain atas munculnya nama – nama seharusnya lebih layak menerima BST. Peran RT – RW yang mengetahui kondisi warga sesungguhnya, selain itu masih pula kendala lain dimana penerima tidak bisa diwakilkan sebagai penerima karena bersangkutan tidak hadir saat dilakukan verifikasi penerima oleh petugas BST,” ungkap salah satu warga Hamdani (34) di Kelurahan Sumur Batu, Jumat (19/2/21).

“Fleksibilitas seharusnya bisa dengan data lengkap melalui sumber keluarga telah menjadi data faktual penerima terlebih ada berita acara diatas materai atau surat keterangan pihak keluarga untuk tidak menjadi masalah bagi keluarga penerima,” ucapnya.

Dalam pantauan sketsindilonews bantuan BST yang dilakukan di Sekokah SD, Kelurahan Harapan Mulia, penerimaan hak BST dilakukan melalui tahapan sesuai perketatan prokes dari mulai penataan ruang bagi warga penerima.

Tahapan registrasi pencocokan data oleh petugas diperiksa baik undangan saat warga hadir dengan kewajiban penerima BST menunjukan identitas baik KTP, KK hingga melakukan App Store Form bank DKI hingga pembuatan ATM BST.

Kasi Sosial Kecamatan Kemayoran Leni Mariani menapik tudingan mengenai sulitnya administrasi hak penerima BST oleh petugas tidak benar seiring data itu di ikuti sesuai aturan.

Terkait distribusi undangan bisa saja ini menjadi kendala tidak sampai kebersangkutan itu tergantung wilayah RT RW setempat.

“Kalo ada pejamin dari pihak keluarga serta surat keterangan terjamin bermaterai tentunya bisa bagi penerima hak untuk kita berikan BST, walaupun orang tersebut mungkin berhalangan,” pungkasnya.

Terkait dengan ATM DKI penerima hak tidak bisa digunakan selanjutnya karena ATM tersebut hanya berlaku hingga bulan tertentu, jadi tidak bisa pula ATM Bank DKI BST untuk menerima Transfers serta pembayaran serta keperluan hal lain.

“Itu kami tidak menjamin sepertinya tidak bisa digunakan ATM BST untuk seterusnya berlanjut karena ini dibuat hanya untuk program BST kondisi pandemi hingga berapa bulan Kedepan,” tutup Leni.

(Nanorame)

Check Also

Prajurit LANTAMAL III Jakarta Tingkatkan Kemampuan Penyidikan Tindak Pidana Tertentu Di Laut

Jakarta, sketsindonews – Dalam rangka meningkatkan profesionalisme pelaksanaan tugas Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut III …

Watch Dragon ball super